Home Donggala

Perusahaan Proyek MAN Surumana Tidak Terdafar di LPJK

ILUSTRASI - Lelang Proyek. (Foto: Goggle)

Palu, Metrosulawesi.id – PT. Nur Asbahul Perkasa (NAP) meminta pihak Pokja Kementerian Agama untuk kembali melakukan lelang proyek pembangunan kelas baru di Madrasah Aliyah Negeri (MAN) Donggala yang terletak di Desa Surumana, Kabupaten Donggala. Pasalnya, perusahaan pemenang lelang tersebut tidak terdaftar dalam website resmi Lembaga Pembangunan Jasa Konstruksi (LPJK).

Direktur PT. NAP, Amrullah, dalam keterangan persnya, Minggu 6 Juni 2021, menyampaikan, sebelumnya dirinya melakukan lelang di Kementerian Agama terkait dengan pembangunan sekolah MAN Surumana, adanya kejanggalan saat pemenang lelang diumumkan.

“Setelah hasil evaluasi, perusahaan yang menang tidak ditemukan datanya di websaite LPJK. Sementara perusahaan yang lain ikut dalam lelang tersebut datanya lengkap di LPJK, termasuk perusahaan saya, dari lima perusahaan yang ikut,” ucapnya.

Kata dia, pekerjaan jasa konstruksi maupun konsultan harus terdaftar di LPJK, sehingga itulah yang menjadi keberatan PT. NAP. Selain itu alamat perusahaan yang menang dalam lelang juga berbeda.

“Jadi ini masuk dalam ranah pemalsuan, karena alamat kalau sudah berubah, tentunya harus ada pemberitahuan, dimana sebelumnya kantor perushaan yang dimaksud berada di Jalan Dr.Sutomo, ternyata dicek bangunan yang dulu ditempati kantor tersebut sudah dijual,” tegasnya.

Kemudian menurut Amrullah, saat pihak PT. NAP melakukan sanggahan berkaitan dengan proyek tersebut, jawaban sanggahan yang diterbitkan oleh pihak Pokja Kementerian Agama justru tidak tepat, dimana yang ditanyakan berkaitan dengan data perusahaan yang tidak terdaftar di LPJK dan pemalsuan alamat.

 “Namun jawaban sudah distresing melalui SUB, akan tetapi itu tidak tepat, sebab SUB tidak bisa berkaitan dengan data perusahaan,” tambahnya.

Sehingga dengan adanya kejanggalan perusahaan yang ditunjuk menang lelang tersebut tidak sah, dan sebaiknya pihak Pokja Kementerian Agama bisa melakukan lelang proyek kembali.

“Karena perusahaan itu diduga memalsukan alamat kantornya jelas itu tidak sah, dan harus dilakukan lelang kembali,” tutupnya. (edy***)

Ayo tulis komentar cerdas