Home Politik

Persoalan Poso Butuh Intervensi Inpres

DPRD Sulawesi Tengah menggelar RDP tertutup bersama Polda Sulteng, Korem 132 Tadulako, Pemda dan DPRD Poso serta tokoh agama terkait terorisme yang terjadi di Poso. RDP tertutup tersebut dilaksanakan di ruang sidang utama DPRD Sulawesi Tengah, Rabu 2 Juni 2021. (Foto: Zainal/ Humpro DPRD Sulteng)

Palu, Metrosulawesi.id – Masyarakat Kabupaten Poso mengharapkan Presiden Indonesia, Joko Widodo, berkunjung ke Kabupaten Poso, karena semenjak periode keduanya Presiden Jokowi belum pernah berkunjung lagi ke Poso.

Harapan masyarakat itu menjadi salah satu kesimpulan Rapat Dengar Pendapat (RDP) yang dilaksanakan DPRD Sulawesi Tengah, Rabu 2 Juni 2021 dengan menghadirkan Kapolda Sulawesi Tengah, Irjen Pol Drs Abdul Rakhman Baso, Danrem 132 Tadulako Brigjen TNI Farid Makruf, Wakil Bupati Poso Yasin Mangun, Ketua DPRD Poso Sesi Kristina Dharmawati Mapeda dan sejumlah tokoh agama.

Wakil Ketua DPRD Sulawesi Tengah, Muharram Nurdin, saat memberikan keterangan pers usai melaksanakan RDP tertutup mengatakan, semua sepakat persoalan poso bukan lagi konflik agama, melainkan aksi terorisme, dimana semua agama menjadi korban oleh kelompok teroris Mujahidin Indonesia Timur (MIT).

Muharram mengatakan, keinginan hadirnya Presiden bukan semata persoalan terorisme, tetapi yang terjadi di Poso butuh penanganan konfrehensif, bagaimana jalan di Poso bisa bagus, perekonomian bisa baik.

“Poso butuh penanganan ekstra, penanganan ekstra itu bisa terjadi kalau ada Instruksi Presiden (Inpres). Apakah presiden hadir di Poso ini (terosrisme) bisa selesai, itu harapan kita. Bahkan kalau bisa sebelum presiden hadir kita berharap satu dua bulan, terorisme ini selesai,” tutur Muharram.

Keinginan hadirnya presiden lanjut Muharram, semata-mata untuk penanganan yang lebih konfrensif.

Sementara itu, Wakil Bupati Poso Yasin Mangun dihadapan awak media mengatakan, kehidupan masyarakat Poso sangat terganggu dengan aksi terorisme ini. Ada ketakutan didiri masyarakat, akibatnya perekonomian terpuruk.

“Masyarakat takut ke kebun, jangankan untuk menanam untuk memanem hasil perkebunan saja masyarakat takut. Karena itu, pemrintah Poso sangat berharap persoalan terorisme segera diselesaikan, agar kehidupan dan perekonomian masyarakat kembali norma,” harapnya.

Reporter: Elwin Kandabu

Ayo tulis komentar cerdas