Home Palu

Nakes Covid RSUD Undata Belum Terima Insentif Sejak Januari

dr Amsyar Praja. (Foto: Metrosulawesi/ Michael Simanjuntak)

Palu, Metrosulawesi.id – Pembayaran insentif tenaga kesehatan (nakes) yang menangani pasien terpapar virus corona (Covid-19) di RSUD Undata kembali tertunggak. Wakil Direktur RSUD Undata, dr Amsyar Praja, mengungkapkan jajarannya lima bulan belum menerima dana insentif nakes.

“Tahun ini (2021), dari Januari sampai sekarang sama sekali belum ada. Kita masih menunggu, katanya sudah on proses,” ungkap Amsyar, Jumat, 4 Juni 2021.

Dia mengatakan belum mengetahui pasti kendala tertunggaknya hak para dokter dan perawat yang terlibat dalam menangani pasien corona di rumah sakit milik Pemerintah Provinsi Sulteng itu.

“Bukan di kami (kendala), di sananya. Inikan dana bantuan dari pusat yang diserahkan ke daerah, daerah yang kelola. Tinggal dari Pemda ini, mungkin sekarang dalam proses verifikasi,” ujar Amsyar.

Amsyar menuturkan ada puluhan jumlah nakes yang menangani pasien Covid-19 di RSUD Undata. Namun ia belum mengetahui pasti total anggaran insentif yang harus diterima para nakes tersebut.

Diberitakan, keterlambatan pembayaran insentif nakes juga terjadi di Rumah Sakit Umum (RSU) Anutapura Palu. Nakes Covid-19 di RSU Anutapura menunggu pencairan insentif April dan Mei.

“Menurut informasi sementara proses di Badan Pengelola Keuangan dan Aset Daerah (BKAD) Kota Palu, untuk penagihan atau klaim pembayaran sudah kami setor ke BPKAD yang bulan April dan untuk Mei akan menyusul. Sehingga saat ini tinggal menunggu proses pembayaran,” kata Plt Direktur RSU Anutapura Palu, drg Herry Mulyadi, melalui ponselnya, Kamis, 3 Juni 2021.

Menurut Herry, insentif itu dananya dari refocusing anggaran, jadi semua insentif sekarang bukan dari pusat lagi, tetapi sudah mau dialihkan ke daerah lewat refocusing anggaran.

“Untuk insentif dokter mendapat Rp10 juta per bulan, kemudian dokter umum Rp7 juta, kemudian perawat sekitar Rp4 juta,” tegas Herry.

Hanya memang kata Herry, proses untuk insentif ini perlu melalui beberapa proses verifikasi, dan membutuhkan waktu berminggu-minggu. Sebab pertama verifikasi dari Rumah Sakit, Dinas Kesehatan, baru dibawa ke BPKAD untuk dicairkan.

Reporter: Michael Simanjuntak
Editor: Yusuf Bj

Ayo tulis komentar cerdas