Home Hukum & Kriminal

Hakim: Gugatan Ayah Qidam ke Polisi Cacat Formil

SIDANG PUTUSAN - Suasana sidang pembacaan putusan atas gugatan yang diajukan Irwan Mowance, ayah dari almarhum Qidam di Pengadilan Negeri Palu, Kamis 3 Juni 2021. (Foto: Istimewa)

Palu, Metrosulawesi.id – Majelis Hakim Pengadilan Negeri Palu memutuskan tidak dapat menerima gugatan yang diajukan Irwan Mowance, ayah dari almarhum Qidam terhadap Kepala Kepolisian RI selaku tergugat I dan Kabid Humas Polda Sulteng selaku tergugat II.

Majelis Hakim yang diketuai Zaufi Amri SH itu menyatakan, dalam Posita gugatan menurut penggugat, tergugat yakni Kabid Humas Polda melakukan perbuatan melawan hukum karena memberitakan anak penggugat terlibat anggota dalam kelompok sipil bersenjata. Sehingga penggugat menjadi depresi karena pemberitaan tersebut.

“Namun dalam petitum gugatannya, penggugat memohon agar pengadilan menyatakan tergugat telah melakukan perbuatan melawan hukum, yaitu menghilangkan nyawa anak pemohon/penggugat terkait kesalahan pemberitaan atau menghilangkan nyawa anak penggugat,” kata Zaufi Zaufi dalam sidang pembacaan putusan, Kamis 3 Juni 2021.

Persidangan itu dihadiri kuasa penggugat diantaranya, Andi Akbar Panguriseng. SH, Erik Cahyono.SH, Andre. SH dan Kuasa hukum tergugat AKP Tarigan Cs. Juga turut dihadiri Irwan Mowance (ayah Qidam), Fitria (ibu Qidam) serta keluarga lainnya, dibatasi sesuai protokol kesehatan.

Menurut Zaufi, telah terjadi perbedaan tentang persepsi dalam Petitum dan Posita. Apakah perbuatan yang dilakukan oleh tergugat II selaku Kabid Humas Polda melawan hukum karena melakukan pemberitaan bahwa anak penggugat terlibat anggota sipil bersenjata ataukah perbuatan menghilangkan nyawa anak penggugat?

Padahal kata Zaufi, kedua perbuatan tersebut jelas berbeda bentuk dan sifatnya. Sehingga berdasarkan pertimbangan tersebut, pengadilan menilai terjadi pertentangan atau kontradiksi antara posita dengan petitum gugatan yang pada akhirnya mengakibatkan gugatan penggugat ternilai kabur (obscuur libel).

“Karena cacat formil, maka gugatan penggugat dinyatakan tidak dapat diterima, maka materi pokok perkara ini belum dipertimbangkan oleh majelis hakim,” tandasnya.

Atas putusan tersebut Andi Akbar Panguriseng selaku Kuasa hukum Irwan Mowance akan melakukan banding.

Sebelumnya, dalam gugatan petitum menyatakan Tergugat  I lalai dalam melaksanakan tugas dan fungsi sebagai anggota Kepolisian Republik Indonesia, yang dengan sengaja menghilangkan nyawa anak dari penggugat (Almarhum Qidam) dan merupakan Perbuatan Melawan Hukum.

Menyatakan tergugat  II yang melakukan pemberian informasi secara  on line (media cetak dan elektronik) kepada masyarakat tanpa dasar barang bukti yang jelas adalah merupakan perbuatan fitnah yang menyesatkan, serta merupakan Perbuatan Melawan Hukum, karena sangat merugikan keluarga almarhum penggugat.

Reporter: Salam Laabu
Editor: Udin Salim

Ayo tulis komentar cerdas