Home Ekonomi

BPS: Frekuensi Penerbangan Januari – April Menurun

Sutrisno Abusungut selaku Koordinator Fungsi Statistik Distribusi BPS Sulteng. (Foto: Ist)

Palu, Metrosulawesi.id – Dibandingkan periode yang sama tahun 2020, BPS Sulteng mencatat bahwa terjadi penurunan frekuensi penerbangan selama Januari-April 2021 yakni sebesar 38,44 persen pesawat berangkat dan 37,85 persen pesawat datang.

“Jumlah aktivitas penumpang mengalami penurunan masing-masing sebesar 44,04 persen penumpang berangkat, 41,95 persen penumpang datang dan penumpang transit 69,07 persen,” kata Sutrisno Abusungut selaku Koordinator Fungsi Statistik Distribusi BPS Sulteng.

Sedangkan, ia mengatakan pada April 2021 dari sebanyak 884 frekuensi penerbangan datang melalui lima bandar

udara utama di Sulawesi Tengah, terdapat 65.730 aktivitas penumpang yang terdiri dari 31.435 orang penumpang berangkat, 32.983 orang penumpang datang dan 1.312 orang penumpang transit.

“Jumlah penumpang hanya dilayani melalui Bandar Udara Mutiara Sis Aljufri (Palu) sebanyak 45.319 orang, Bandar Udara Syukuran Aminuddin Amir (Luwuk) sebanyak 13.470 orang, Bandar Udara Bungku (Morowali) sebanyak 6.341 orang,” ujarnya.

“Kemudian, melalui Bandar Udara Sultan Bantilan (Tolitoli) sebanyak 345 orang, dan Bandar Udara Tanjung Api (Ampana) sebanyak 255 orang. Sementara untuk Bandar Udara Kasigincu (Poso) dan Bandar Udara Pogogul (Buol) selama bulan April 2021 belum ada aktifitas penumpang yang berangkat dan datang,” ujarnya menambahkan.

Dibandingkan Maret 2021, lanjut dia, terjadi peningkatan frekuensi penerbangan pesawat berangkat dan datang masing-masing sebesar 8,60 persen dan 8,33 persen. Disamping itu, jumlah aktivitas penumpang berangkat dan datang mengalami peningkatan masing-masing sebesar 10,14 persen dan 13,79 persen.

Volume barang yang dibongkar melalui bandar udara selama April 2021 tercatat 989,18 ton atau naik 18,71 persen dibandingkan Maret 2021. Sementara itu, barang yang dimuat tercatat 316,46 ton atau naik 0,61 persen.

“Dibandingkan periode yang sama tahun 2020, selama Januari-April 2021 volume barang yang dibongkar mengalami peningkatan sebesar 30,98 persen, sedangkan barang yang dimuat mengalami penurunan sebesar 31,81 persen,” terangnya.

Reporter: Fikri Alihana
Editor: Pataruddin

Ayo tulis komentar cerdas