Home Palu

Insentif Nakes Covid Diproses

drg Herry Mulyadi. (Foto: Ist)
  • drg Herry: Insentif Bulan Lalu Sudah Dibayarkan

Palu, Metrosulawesi.id – Insentif tenaga kesehatan-nakes (dokter dan perawat) yang menangani pasien Covid-19, di Rumah Sakit Umum (RSU) Anutapura Palu, di bulan lalu sudah dibayarkan. Saat ini tinggal menunggu insentif yang April dan Mei.

“Menurut informasi sementara proses di Badan Pengelola Keuangan dan Aset Daerah (BKAD) Kota Palu, untuk penagihan atau klaim pembayaran sudah kami setor ke BPKAD yang bulan April dan untuk Mei akan menyusul. Sehingga saat ini tinggal menunggu proses pembayaran,” kata Plt Direktur RSU Anutapura Palu, drg Herry Mulyadi, melalui ponselnya, Kamis, 3 Juni 2021.

Menurut Herry, insentif itu dananya dari refocusing anggaran, jadi semua insentif sekarang bukan dari pusat lagi, tetapi sudah mau dialihkan ke daerah lewat refocusing anggaran.

“Untuk insentif dokter mendapat Rp10 juta per bulan, kemudian dokter umum Rp7 juta, kemudian perawat sekitar Rp4 juta. Alhamdulillah bulan lalu sudah cair, tinggal menunggu yang April dan Mei, dan perlu kami tegaskan kalau insentif ini kami tidak ada main potong-potong,” tegas Herry.

Hanya memang kata Herry, proses untuk insentif ini perlu melalui beberapa proses verifikasi, dan membutuhkan waktu berminggu-minggu. Sebab pertama verifikasi dari Rumah Sakit, Dinas Kesehatan, baru dibawa ke BPKAD untuk dicairkan.

“Jadi dicek dulu apakah betul dokternya hadir periksa pasien, begitupun perawatnya. Jadi bukan sembarangan tiap bulan terima, tetapi melalui verifikasi ketat, kalau misalnya mereka harusnya masuk 10 hari, tetapi tenaga kesehatan itu masuknya hanya 7 hari, dipotong,” ujarnya.

Olehnya itu, kata Herry, pembayaran insentif itu sesuai hasil kerjanya, karena ada tim verifikator untuk memeriksa kelengkapan berkas klaim dari dokter dan perawat yang tangani Covid-19.

Selain itu Herry mengatakan, di Dinas Kesehatan juga diperiksa karena dihindari adanya fiktif, misalnya teryata dokter yang tidak masuk minimal harus sesuai Juklak dari Pusat.

“Kalau insentif Covid itu banyak sekali yang dilalui, karena harus ada barang bukti bahwa dokter itu datang periksa, karena kalau tidak ada pasiennya bagaimana mau dibayar. Jadi beda itu insentif biasa, kalau insentif Covid sangat ketat pemeriksaannya,” katanya.

Kata Herry, dana insentif itu sudah ada tinggal menunggu, kalau lalu itu sedikit repot karena anggarannya dari pusat. Tetapi sekarang daerah masing-masing refocusing, sehingga seluruh anggaran APBD dipotong untuk dana insentif.

“Alhamdulillah insentif di RSU Anutapura berjalan lancar, pembayaran tidak ada dipersulit hanya saja memang lambat karena banyak melalui proses, saya ucapkan terimakasih kepada Wali Kota dan Wakil Wali Kota yang menginstruksikan agar pembayaran insentif segera dibayar,” ujarnya.

Herry mengatakan, tim medis Covid RSU Anutapura bisa menerima kondisi keuangan dan kemampuan Kota Palu.

“Olehnya itu intinya adalah kami akan terus berusaha sekuat tenaga melayani pasien Covid maupun pasien umum. Alhamdulillah kondisi pasien covid saat ini terus menurun,” ungkapnya.

Reporter: Moh. Fadel
Editor: Udin Salim

Ayo tulis komentar cerdas