Home Ekonomi

Selama Mei, NTP Sulteng Turun 0,16%

Seorang petani di Desa Sidondo Kabupaten Sigi sedang menggarap lahan pertanian. Saat ini mereka mengalami kendala karena jaringan irigasi Gumbasa belum pulih sepenuhnya pasca bencana 28 September 2018 lalu. (Foto: Metrosulawesi/ Pataruddin)

Palu, Metrosulawesi.id – Dari hasil pemantauan harga penjualan komoditas selama Mei 2021 menunjukkan bahwa NTP Provinsi Sulawesi Tengah turun sebesar 0,16 persen, yakni dari 98,30 pada April 2021 menjadi 98,14 pada Mei 2021.

Kepala BPS Sulteng, Dumangar Hutauruk menuturkan hal ini disebabkan perubahan indeks harga yang diterima petani lebih kecil dibandingkan dengan kenaikan perubahan indeks harga yang dibayar petani.

“Yakni masing-masing sebesar 0,26 persen dan 0,42 persen,” tutur Dumangar saat menyampaikan hasil Nilai Tukar Petani (NTP) Sulteng selama Mei, Rabu (2/6/2021).

Selama April 2021, kata dia. indeks harga yang diterima petani tercatat 107,11 atau naik sebesar 1,94 persen dibandingkan bulan sebelumnya yang mencapai 105,97. Peningkatan ini dipengaruhi oleh naiknya (It) pada seluruh subsektor yaitu subsektor tanaman pangan sebesar 0,22 persen.

“Kemudian, subsektor hortikultura 3,28 persen, subsektor tanaman perkebunan rakyat sebesar 2,83 persen, subsektor peternakan sebesar 0,85 persen, serta subsektor perikanan naik sebesar 2,46 persen,” katanya.

Sementara itu, ia mengungkapkan Indeks harga yang dibayar petani dipengaruhi oleh komponen pengeluaran baik untuk konsumsi rumahtangga maupun fluktuasi harga barang dan jasa yang diperlukan untuk memproduksi hasil pertanian.

“Indeks harga yang dibayar petani selama April 2021 mengalami peningkatan sebesar 0,39 persen dibanding bulan sebelumnya,” ungkapnya.

Selanjutnya, peningkatan ini disebabkan oleh naiknya (Ib) pada semua subsektor yaitu subsektor tanaman pangan naik sebesar 0,44 persen. Disusul subsektor hortikultura naik sebesar 0,39 persen dan subsektor tanaman perkebunan rakyat naik sebesar 0,39 persen.

“Untuk subsektor peternakan juga mengalami kenaikan sebesar 0,35 persen dan subsektor perikanan naik sebesar 0,26 persen,” ujarnya.

Reporter: Fikri Alihana
Editor: Pataruddin

Ayo tulis komentar cerdas