Home Palu

Layanan Psikolog Gratis bagi Penyintas Bencana

PELUNCURAN PROGRAM - Walikota Palu, Hadianto Rasyid meluncurkan program layanan kesehatan mental di Balaikota Palu, Rabu 2 Juni 2021. (Foto: Metrosulawesi/ Syamsu Rizal)

Palu, Metrosulawesi.id – Lembaga Sejenakhening.com memberikan layanan kesehatan mental secara gratis di dua puskesmas di Palu sebagai bagian dari upaya pemulihan dan pengurangan risiko bencana. Sebelumnya kegiatan yang sama telah dilaksanakan di Kabupaten Sigi.

Program yang terlaksana atas dukungan Caritas Germany dan dikerjasamakan dengan Pemerintah Kota Palu ini dilaksanakan selama setahun sampai Maret 2022. Program untuk membangun ketangguhan kesehatan mental masyarakat Kota Palu pascabencana ini diluncurkan di Balaikota Palu, Rabu 2 Juni 2021.

Senior Project Officer Sejenakhening.com, Novi Inriyanny Suwendro mengatakan, wilayah intervensi di Kelurahan Petobo Kecamatan Birobuli Selatan ditempatkan di Puskesmas Bulili. Sedangkan wilayah Kelurahan Balaroa Kecamatan Tatanga ditempatkan di Puskesmas Sangurara.

“Dua kelurahan dipilih karena terjadi likuefaksi di sana dan paling terdampak pascabencana,” kata Novi Inriyanny Suwendro.

Sebelumnya, Sejenakhening.com melaksanakan survei terhadap 200 orang di dua kelurahan tersebut. Hasilnya, dari 200 orang, ada 23 mengalami gangguan kecemasan sedang (12%), tinggi 46 orang (23%), sangat tinggi 5 orang (3%), dan normal 74 (63%).

Sedangkan depresi tingkat sedang dari 200 yang disurvei 29 orang kategori sedang (15%), tinggi 35 orang (18%), sangat tinggi 3 orang (2%) dan normal 67 orang (65%). Meskipun ini assesment awal, tapi menurut Novi, menunjukkan persentase yang cukup tinggi.

“Program kami hadir untuk membantu mengatasi kekhawatiran tentang kesehatan mental masyarakat Kota Palu,” kata Novi memaparkan program yang akan dilaksanakan lembaganya.

Selanjutnya, beberapa program yang akan dilaksanakan di antaranya peningkatan keterampilan petugas kesehatan terdiri atas 2 psikolog, 2 perawat dan 2 dokter di dua Puskesmas tersebut. Selain itu, pembangunan kapasitas pada empat kader kesehatan jiwa dari dua kelurahan intervensi terkait layanan kesehatan mental.

Melalui program ini disediakan layanan kesehatan mental di Puskesmas Bulili dan Puskesmas Sangurara, termasuk menyediakan fasilitas pelayanan. Tujuannya memulihkan kondisi kesehatan mental para penyintas bencana di Kelurahan Balaroa dan Kelurahan Petobo.

“Pelayanannya gratis untuk yang punya kartu BPJS. Kalau tidak punya kartu, cukup bayar uang pendaftaran di Puskesmas biasanya Rp10 ribu. Tapi, konselingnya tidak bayar,” jelas Novi.

Dia menjelaskan, di dua kelurahan tersebut juga akan dilakukan kelas belajar untuk dewasa dan anak muda. Meskipun program ini fokus pada dua kelurahan sasaran tersebut, namun tetap terbuka bagi warga dari kelurahan lainnya yang ingin mendapatkan layanan psikolog.

”Bisa dari kelurahan lain. Puskesmas juga bisa merujuk ke Puskesmas Bulili dan Sangurara kalau butuh layanan psikolog,” ujarnya.

Head of Office Caritas Germany Indonesia, Cipto Priyo Leksono secara virtual mengatakan, pascagempa di Sulawesi Tengah lebih dari dua tahun lalu pihaknya telah melaksanakan program pembanguan shelter dan rumah tunggu di Sigi, Palu, dan Donggala.

“Tidak kurang dari 1.200 shelter dan rumah tunggu sudah kita bangun bersama mitra nasional dan mitra lokal yang ada di Sulteng,” kata Cipto Priyo Leksono.

Selanjutnya, kata dia layanan kesehatan mental ini juga tak kalah pentingnya pascabencana. Karena itu, pihaknya menjalin kerja sama dengan Sejenakhening.com dengan harapan bisa berkelanjutan oleh pemerintah daerah.

Ketua Ikatan Psikolog Klinis Indonesia Indria Laksmi Gamayanti mengatakan, saat ini ada 3.200 psikolog klinis di Indonesia, 25 di antaranya di Sulteng.

“Mudah-mudahan 25 orang ini menjadi pioner dan bisa segera meningkat jumlahnya,” kata Indria Laksmi Gamayanti.

Sementara itu Walikota Palu, Hadianto Rasyid yang meluncurkan program ini menyatakan dukungannya.

Reporter: Syamsu Rizal
Editor: Udin Salim

Ayo tulis komentar cerdas