Home Sulteng

Jasa Raharja Kerjasama dengan 29 RS

Suryadi. (Foto: Dok. JR)

Palu, Metrosulawesi.id – Kepala PT Jasa Raharja Cabang Sulawesi Tengah, Suryadi, mengungkapkan kini pihaknya telah menjalin kerjasama dengan 29 rumah sakit (RS) di daerah ini.

Tujuannya untuk meningkatkan pelayanan kepada masyarakat dalam hal santunan atau penggantian biaya rawatan atas musibah kecelakaan lalu lintas jalan dan angkutan umum sampai dengan batas maksimal sesuai ketentuan yang berlaku.

“Jasa Raharja langsung menerbitkan surat jaminan dan korban luka-luka terjamin Jasa Raharja tidak perlu mengeluarkan dana untuk membayar ke Rumah Sakit karena pihak rumah sakit yang langsung menagih biaya rawatan ke Jasa Raharja,” ujar Suryadi, Selasa, 1 Juni 2021.

Menurut Suryadi, Jasa Raharja dalam memberikan perlindungan dasar kepada korban kecelakaan lalu lintas jalan dan angkutan umum terus berupaya untuk memberikan pelayanan terbaiknya.

“Kami tidak henti-hentinya mengimbau ke seluruh jajaran petugas Jasa Raharja agar selalu siaga bila terjadi kecelakaan lalu lintas, sehingga jika terdapat korban meninggal dunia maupun luka-luka yang kasusnya terjamin Jasa Raharja, dapat diselesaikan dalam waktu maksimal 1×24 jam,” ucapnya.

Suryadi menerangkan dalam kurun waktu Januari-April 2021, jumlah penyerahan santunan bagi korban kecelakaan lalu lintas jalan dan angkutan umum adalah sebesar Rp7,8 miliar. Penyerahan santunan ini mengalami penurunan 24,49% dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya. Hal ini disebabkan adanya ketentuan pemerintah kaitan dengan pembatasan mobilitas masyarakat untuk mencegah penyebaran virus Covid-19.

“Walaupun angka penyerahan santunan mengalami penurunan dibanding tahun sebelumnya, namun Jasa Raharja terus berupaya mengoptimalkan daya serap kepada setiap korban kecelakaan yang tercatat dalam laporan kejadian kecelakaan dari instansi berwenang dengan penanganan yang mudah, cepat dan tepat,” terang Suryadi.

Hal itu diwujudkan melalui sinergi yang dijalin untuk kemudahan dan kecepatan pelayanan santunan, seperti adanya sinergi berupa host-to-host sistem dengan BPJS Kesehatan untuk informasi data korban kecelakaan yang dirawat di rumah sakit.

“Kami terus lakukan evaluasi pelayanan kami secara periodik dan harus dapat beradaptasi dengan perubahan kondisi terkini. Seperti kita ketahui bersama bahwa semuanya dituntut untuk mengedepankan teknologi digital, namun tanpa mengurangi unsur human touch dan tetap mempertahankan kualitas pelayanan yang seragam se-nasional. Hal ini kemudian diharapkan hak dan kewajiban masyarakat terkait perlindungan dasar atau asuransi Jasa Raharja dapat terpenuhi dengan baik,” tandas Suryadi.

Reporter: Michael Simanjuntak
Editor: Yusuf Bj

Ayo tulis komentar cerdas