Home Ekonomi

Inflasi Kota Palu 0,68 Persen

Kantor Badan Pusat Statistik (BPS) Sulawesi Tengah, Jalan Muh Yamin, Kota Palu. (Foto: Dok BPS Sulteng)

Palu, Metrosulawesi.id – Dari dua kota IHK di Provinsi Sulawesi Tengah, Kota Palu tercatat mengalami inflasi sebesar 0,68 persen dengan inflasi tahun kalender sebesar 1,39 persen dan inflasi tahun ke tahun sebesar 2,96 persen.

Sementara itu, Badan Pusat Statistik (BPS) Sulteng juga mencatat untuk Kota Luwuk pada bulan ini turut mengalami inflasi sebesar 0,78 persen dengan inflasi tahun kalender sebesar 1,16 persen dan inflasi tahun ke tahun sebesar 2,21 persen.

“Pada bulan Mei 2021 inflasi gabungan dua kota di Provinsi Sulawesi Tengah adalah sebesar 0,70 persen,” ujar Sutrisno Abusungut selaku Koordinator Fungsi Statistik Distribusi BPS Sulteng, Rabu (2/6/2021).

Sedangkan, ia mengatakan bahwa dari pemantauan untuk inflasi tahun kalender dari Desember 2020 hingga Mei 2021 sebesar 1,34 persen serta inflasi tahun ke tahun dari Mei 2020 hingga Mei 2021 sebesar 2,81 persen.

“Inflasi pada bulan Mei 2021 dipengaruhi oleh naiknya indeks harga pada kelompok rekreasi, olahraga, dan budaya sebesar 2,46 persen, diikuti oleh kelompok makanan, minuman dan tembakau 1,42 persen dan kelompok transportasi 1,07 persen,” katanya.

Kemudian, lanjut dia, pada kelompok perawatan pribadi dan jasa lainnya 0,65 persen. Disusul oleh kelompok perlengkapan, peralatan dan pemeliharaan rutin rumah tangga 0,48 persen. Begitu pula dengan kelompok pakaian dan alas kaki 0,37 persen.

“Untuk kelompok perumahan, air, listrik, dan bahan bakar rumah tangga (0,19 persen), serta kelompok kesehatan (0,01 persen),” tuturnya.

Sementara penurunan indeks harga terjadi pada kelompok informasi, komunikasi, dan jasa keuangan sebesar 0,07 persen. Sedangkan kelompok pendidikan serta kelompok penyediaan makanan dan minuman/restoran relatif stabil.

Dari 90 kota pantauan IHK nasional, sebanyak 78 kota mengalami inflasi dan 12 kota mengalami deflasi. Inflasi tertinggi terjadi di Kota Manokwari sebesar 1,82 persen dan terendah di Kota Tembilahan sebesar 0,01 persen.

“Kota Timika mengalami deflasi tertinggi sebesar 0,83 persen, sementara Kota Palembang mengalami deflasi terendah sebesar 0,02 persen,” terangnya.

Sedangkan, Kota Palu menempati urutan ke-16 inflasi ditingkat nasional dan urutan ke-10 di kawasan Sulampua, sementara Kota Luwuk menempati urutan ke-12 inflasi di tingkat nasional dan urutan ke-8 di kawasan Sulampua.

Reporter: Fikri Alihana
Editor: Pataruddin

Ayo tulis komentar cerdas