Home Sulteng

Ferdinand: Kami Hanya Bantu Pemda

BAHAS HUNTAP - Suasana rakorsus pelaksanaan rehabilitasi dan rekonstruksi pascabencana Sulteng di ruang rapat Polibu Kantor Gubernur Sulteng, Kamis 27 Mei 2021. (Foto: Metrosulawesi/ Faiz)

Palu, Metrosulawesi.id – Balai Prasarana Pemukiman Wilayah (BPPW) Sulawesi Tengah menyesuaikan diri dengan Pemerintah Sulawesi Tengah perihal proses pembangunan hunian tetap (huntap) untuk penyintas bencana alam 28 September 2018 silam.

Seperti yang diungkapkan Kepala BPPW Sulteng, Ferdinand Kana Lo, pihaknya memposisikan diri sebagai pembantu Pemda Sulteng.

“Kan kita ada di sini untuk bantu Pemda kok. Pemda minta A kami bikin A,” ujarnya kepada Metrosulawesi, Kamis pekan lalu.

Terlebih pernyataannya itu dia perkuat dengan penetapan penyerahan lahan huntap dari Kementerian ATR/BPN kepada Pemda Sulteng.

“Kalau dulu kan penyerahannya itu dari Kementerian ATR/BPN ke Kementerian PUPR. Jadi apapun saya sebagai Wakil PUPR saya harus bertanggung jawab atas penyerahan (lahan huntap),” bebernya.

Namun seiring berjalannya waktu, di lahan huntap di Kota Palu timbul masalah adanya klaim warga setempat terhadap lokasi huntap. Sehingga Ferdinand meminta kepada Menteri ATR/BPN agar penyerahan lahan huntap langsung kepada Pemkot Palu yang juga sesuai aturan dalam Instruksi Persiden (Inpres).

“Karena di aturan Inpres itu yang menyiapkan lahan adalah Pemda, termasuk yang buat penlok (penetapan lokasi) huntap adalah Gubernur Sulteng juga,” tutur Ferdinand.

Polemik tersebut tak ingin ia campuri, sehingga jika masalah tersebut berlarut-larut masyarakat tentu bisa menilai.

“Kalaupun ada pengembangan atau zero property (huntap) PUPR tidak ada kaitannya sama sekali. Ini kan hanya kaitan cara Wali Kota Palu menyelesaikan lahan yang disengketakan warga,” imbuhnya.

Lebih jauh Ferdinand mengatakan, tetap mengapresiasi upaya Wali Kota Hadianto Rasyid menyelesaikan masalah sengketa lahan huntap yang berdampak pada penghentian pengerjaan huntap Talise Valangguni.

“Tapi Pak Wali izinkan kami membangun SD di kawasan huntap Talise Valangguni itu hanya SD saja. Masih berlangsung sampai sekarang,” pungkas Ferdinand.

Dia meminta agar berbagai pihak lebih bersabar menghadapi kondisi tersebut. Dan jika polemik itu tuntas, BPPW Sulteng akan langsung melanjutkan pengerjan pembangunan huntap Kota Palu dengan sisa waktu dana loan atau pinjaman oleh Bank Dunia.

Reporter: Faiz
Editor: Yusuf Bj

Ayo tulis komentar cerdas