Home Banggai

Untad Ingin Kontribusi ke Industri Tambang

FOTO BERSAMA - Rektor Prof Mahfudz foto bersama Wakil Bupati Banggai Mustar Labolo, didampingi jajaran di Rektorat Untad, Jumat, 28 Mei 2021. (Foto: Humas Untad)

Palu, Metrsosulawesi.id – Rektor Untad, Prof Dr Ir Mahfudz MP, beserta jajarannya menerima kunjungan Wakil Bupati Kabupaten Banggai, Mustar Labolo, di Palu, Kamis, 25 Juni 2021. Kunjungan Mustar untuk memperkuat kerjasama di bidang pendidikan, penelitian, dan pengabdian masyarakat serta pengembangan kelembagaan.

Melalui kesempatan ini, Prof Mahfudz, menyatakan mendukung penuh terlaksananya sinergi antara Untad dan Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Banggai. Dia juga mengutarakan keinginan agar civitas Untad bisa berkontribusi ke industri pertambangan di daerah tersebut.

“Ada hal yang spesifik yang kira-kira menurut saya menjadi hal yang sangat menarik untuk kita kerjasamakan, Kabupaten Banggai sebagai daerah industri khusunya pertambangan yang berskala internasional memang memerlukan pemikiran dalam memajukan pengembangan dan inovasi. Oleh karena itu, saya kira Untad dapat berkiprah dalam hal tersebut,” ujar Prof Mahfudz.

Dia menyampaikan apresiasi kepada Bupati dan Wakil Bupati Banggai yang meski hampir berakhir masa jabatannya, namun masih terus memberikan sumbangsih untuk kabupaten tersebut.

“Saya menyampaikan terima kasih banyak dan kesiapan untuk melakukan kerjasama,” ucap Prof Mahfudz.

Mustar yang didampingi oleh Sekretaris Daerah Pemkab Banggai mengharapkan agar kerjasama yang dijalin dengan Untad dapat terus berkelanjutan.

“Meningkatan kapasitas sumber daya manusia (sdm) dan daya saing daerah adalah salah satu visi kami. Olehnya itu, MoU dengan Untad ini sangat penting. Seperti yang diketahui, Banggai telah meraih berbagai prestasi dan telah menjadi kabupaten replikasi di Indonesia. Atas nama Pemda Banggai, kami sangat mengapresiasi dan mengharapkan kerjasama ini dapat berjalan dengan baik dan berkelanjutan khususnya dalam hal peningkatan kualitas SDM dan pembinaan mahasiswa,” kata Mustar.

Kesepakatan kerjasama yang tertuang dalam nota kesepahaman akan dilaksanakan dalam jangka waktu lima tahun yang diharapkan dapat menyukseskan Program Merdeka Belajar yang digagas oleh Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset dan Teknologi.

Reporter: Michael Simanjuntak
Editor: Udin Salim

Ayo tulis komentar cerdas