Home Hukum & Kriminal

Tersangka Peragakan 47 Adegan

REKONSTRUKSI PEMBUNUHAN - Tersangka memeragakan adegan, dimana tersangka menganiaya korban. Rekonstruksi kasus pembunuhan di Jalan Sapta Marga Palu, Kamis 27 Mei 2021. (Foto: Metrosulawesi/ Djunaedi)
  • Rekonstruksi Pembunuhan di Jalan Sapta Marga

Palu, Metrosulawesi.id – Penyidikan kasus penganiayaan di Jalan Sapta Marga, Kecamatan Palu Selatan, memasuki babak rekonstruksi, Kamis 27 Mei 2021. Seperti diketahui kasus ini menewaskan Arwansyah (48) dan rekannya Sarifudin (54) mengalami luka berat.

Rekonstruksi yang menghadirkan tiga tersangka yakni AS alias Ardi(35), MR alias Dg Cambang (47), dan RD alias Dg Talik, dilaksanakan di lapangan Apel Mapolres Palu, dengan pengawalan ketat petugas bersenjata laras panjang dan dipimpin oleh Kasat Reskrim Polres Palu, AKP.Sigit Suhartanto SIK.

Dalam reka ulang itu, ketiga tersangka memperagakan adegan demi adegan, yang berjumlah 47 adegan. Dan dalam adegan yang ke-30, penganiayaan dengan menggunakan senjata tajam itu diperagakan oleh para tersangka.

Adegan, dimulai saat korban Arwansyah (48) mendatangi korban yang juga merupakan pengurus Panti Asuhan untuk menagih hutang. Saat itu antara tersangka dan korban sempat adu mulut. Selanjutnya diteruskan dengan adegan dimana penganiayaan yang dilakukan oleh para tersangka terhadap dua korban.

“Dalam rekontruksi ini, diperagakan 47 adegan, dan para tersangka sendiri yang memeragakan, sementara untuk saksi-saksi yang di lapangan juga kami hadirkan. Termasuk saksi dari keluarga korban,” jelas Kasat Reskrim Polres Palu, AKP.Sigit Suhartanto SIK, kepada Wartawan Metrosulawesi, usai gelar rekonstruksi.

Sigit juga menjelaskan, dari ke semua adegan yang dilakukan para tersangka, ada beberapa adegan yang sempat diprotes oleh keluarga yang juga merupakan saksi. Dan penyidik akan koordinasi dengan kejaksaan. Apakah nanti dari kejaksaan meminta tambahan pemeriksaan.

“Kami akan periksa dan tambahkan kembali. Namun, apa yang dilaksanakan ini sesuai dengan BAP, yang sudah dilakukan oleh penyidik,” jelasnya.

Sigit menjelaskan, dalam rekonstruksi ini pihaknya bersama dengan pihak kejaksaan dan pengacara. Demi keamanan jalannya rekonstruksi itu, sengaja dilaksanakan di Mapolres Palu, bukan di TKP (tempat kejadian perkara).

“Untuk para tersangka, dikenakan pasal berlapis, dikenakan pasal 338 serta pasal 351 ayat 2 dan 3 KUHP, dengan kurungan penjara 15 tahun,” tutupnya.

Reporter: Djunaedi
Editor: Udin Salim

Ayo tulis komentar cerdas