Home Poso

Poso Promosi Pariwisata melalui Medsos

DANAU POSO - Inilah pemandangan Danau Poso, salah satu objek pariwisata di Poso. (Foto: Dok Pariwisata)
  • Tantangan Menghidupkan Pariwisata di Masa Covid-19

Poso, Metrosulawesi.id – Di tengah pandemi Covid 19, Pemerintah Kabupaten Poso melalui dinas terkait, tetap gencar melakukan serangkaian promosi pariwisata melalui media sosial (medsos). Cara ini sengaja dilakukan untuk tetap mempromosikan sekaligus mengetahui respon dan suport masyarakat dimana saja berada, atas destinasi wisata khususnya yang berada di Poso. Demikian penegasan Kepala Bidang Pemasaran Dinas Pariwisata Kabupaten Poso Irfan Mangun, kepada wartawan Kamis 27 Mei 2021 kemarin.

“Ada banyak tantangan untuk menghidupkan kembali sektor pariwisata di masa pandemi Covid-19. Salah satu upaya yang kami lakukan saat ini adalah mempromosikan bahwa pariwisata di Poso dilakukan secara aman dengan menjalankan protokol kesehatan yang disiplin,” kata Irfan Mangun.

Menurut dia, mempromosikan citra positif pariwisata pada masa pandemi Covid-19 sangat penting dilakukan karena akan memberikan kepercayaan dan rasa aman bagi wisatawan untuk datang dan menikmati suguhan pariwisata di Poso utamanya wisata alam seperti keindahan Danau Poso, Air Terjun Saloupa, wisata pinggiran Siuri termasuk lokasi wisata Patung Megalitik yang berada di Lembah Napu serta beberapa goa yang sudah terkenal hingga ke mancanegara.

Irfan juga mengatakan selain pelaku usaha jasa pariwisata seperti destinasi wisata, hotel, restoran, dan usaha jasa lainnya, geliat di sektor pariwisata juga akan mempengaruhi para pelaku usaha kecil menengah (UKM), termasuk kelompok kesenian yang tersebar di 19 kecamatan.

“Ada banyak sektor yang bergantung dari jalannya industri pariwisata di Kabupaten Poso. Saat sektor ini terdampak pandemi, maka dampaknya pun besar,” katanya.

Sepanjang 2020 hingga saat ini masih dalam Pandemi Covid 19, diketahui jumlah kunjungan wisatawan ke Poso mengalami penurunan yang signifikan. Beda, pada 2019 saat masih suasana normal, jumlah kunjungan wisata terus bergerak naik.

Oleh karenanya, lanjut Irfan, perlu dilakukan berbagai upaya untuk kembali membangkitkan sektor pariwisata dengan tetap menjalankan dan mematuhi protokol kesehatan secara ketat, sehingga upaya pencegahan Covid-19 tetap bisa optimal namun perekonomian bisa kembali bangkit.

“Sebenarnya kalau bukan Pandemi Covid 19, Kabupaten Poso memiliki dua agenda besar untuk mempromosikan pariwisata di Kota Ebony sebagai julukan untuk Poso, yakni kegiatan Festival Danau Poso (FDP) serta Poso Tourism Carnaval (PTC), namun karena kondisi saat ini, ya terpaksa kita hanya promosikan destinasi wisata alam yang ada melalui medsos,” ujarnya.

Perkembangan teknologi informasi yang semakin canggih, lanjut dia, juga bisa dimanfaatkan untuk mendukung promosi pariwisata dengan memamerkan keunggulan yang dimiliki setiap destinasi wisata.

Kabupaten Poso lanjut dia, memiliki daya tarik pariwisata alam yang begitu indah serta memiliki keunggulan pada kekayaan seni dan budaya, kreativitas warga serta keragaman objek wisata termasuk keberadaan belasan kampung wisata yang unik.

Reporter: Saiful Sulayapi
Editor: Udin Salim

Ayo tulis komentar cerdas