Home Palu

Pemohon Paspor Masih Minim

LAYANAN PASPOR - Petugas Kantor Imigrasi Palu menerapkan protokol kesehatan pencegahan virus corona (Covid-19) dalam pelayanan paspor. (Foto: Istimewa)

Palu, Metrosulawesi.id – Permohonan pembuatan paspor di Kantor Imigrasi Kelas I TPI Palu masih minim, dalam sehari hanya tiga sampai lima pemohon. Kepala Seksi Teknologi Informasi dan Komunikasi Keimigrasian Kantor Imigrasi Palu, Danil Rachman, mengungkapkan minimnya permohonan paspor karena masih ada pembatasan bepergian ke luar negeri.

“Masih terbatas warga negara Indonesia yang akan ke luar negeri,” ungkapnya kepada Metrosulawesi, baru-baru ini.

Danil mengatakan pelayanan paspor tetap dibuka dengan menerapkan protokol kesehatan pencegahan Covid-19. Petugas dan pemohon atau masyarakat wajib memakai masker dan menjaga jarak.

“Pengurusan paspor tetap kami buka untuk layanan pembuatan paspor. Dalam sehari paling tiga sampai lima orang,” ujar Danil.

Dia menambahkan kabar pelaksanaan ibadah haji juga belum ada kepastian sampai saat ini. Hal ini menambah minimnya permohonan pembuatan paspor di Kantor Imigrasi Palu, Sulawesi Tengah.

Pelayanan permohonan sampai pembayaran paspor di Kantor Imigrasi Palu semakin dipermudah. Yang terbaru, pembayaran biaya pasopor kini bisa dilakukan melalui aplikasi Bukalapak. Pembayaran melalui aplikasi tersebut bisa dilakukan dengan membuka Bukalapak.

Selanjutnya klik fitur top-up dan isi pulsa. Pilih menu tagihan dan buka penerimaan negara. Lalu pilih jenis penerimaan negara dan pilih penerimaan negara bukan (PNBP). Setelah itu, pilih pembuatan paspor atau perpanjangan paspor baru masukkan kode billing. Kemudian pilih metode pembayaran dan selesaikan pembayaran biaya paspor sesuai yang ketentuan.

“Kami harap layanan ini bisa dimanfaatkan pemohon paspor untuk kemudahan bersama,” ucap Danil.

Diketahui, layanan paspor sempat disetop saat awal corona merebak mulai 24 Maret 2020. Penyetopan pelayanan tersebut merupakan intruksi Direktorat Jenderal Imigrasi Kemenkumham RI dalam rangka pencegahan penyebaran virus corona.

Reporter: Michael Simanjuntak
Editor: Yusuf Bj

Ayo tulis komentar cerdas