Home Donggala

Muhammad J Wartabone Tinjau Rancangan Perda DPRD Donggala

Wakil Ketua 1 DPRD Kabupaten Donggala, Sahlan L. Tandamusu (kanan) saat menerima kunjungan kerja, Dr. Muhammad J. Wartabone, S. Sos, SH, M. HI anggota DPD – MPR RI asal Sulawesi Tengah. (Foto: Istimewa)

Donggala, Metrosulawesi.id – Dalam kegiatan kunjungan kerja, Dr. Muhammad J. Wartabone, S. Sos, SH, M. HI sebagai anggota DPD–MPR RI asal Sulawesi Tengah meninjau langsung inventarisasi rancangan Peraturan Daerah (Perda) yang ada di DPRD Kabupaten Donggala.

Kunjungan tersebut sebagai tindak lanjut implementasi Undang-Undang Cipta Kerja. Selain itu, untuk pengawasan terhadap UU Nomor 20 Tahun 2009 tentang gelar, tanda jasa dan kehormatan di Provinsi Sulawesi Tengah. Termasuk UU Nomor 11 Tahun 2010 Tentang Cagar Budaya.

Dirinya menyebutkan bahwa DPD RI memiliki tugas utama yang merupakan pengawasan terhadap pelaksanaan Undang-Undang di seluruh Indonesia. Begitupun, lanjut Buya sapaan akrab Muhammad J. Wartabone, isu-isu nasional berkaitan dengan pemerintahan daerah.

“Secara personal kami diberi ruang oleh negara untuk mengeluarkan rekomendasi, baik itu ke Presiden, Menteri ataupun stakehoders di Pemda. Kemudian, memberikan saran dan masukan dalam rangka menjaga keutuhan NKRI hingga menciptakan kesejahteraan,” sebutnya, Kamis 27 Mei 2021.

Ia juga menyampaikan bahwa kedatangannya di DPRD Kabupaten Donggala itu adalah meminta dukungan politik untuk mengusung Pue Lasadindi (Mangge Rante) dan beberapa tokoh lainnya yang ada Sulawesi Tengah menjadi pahlawan nasional.

“Kenapa saya harus lakukan seperti ini, sebab daerah Sulteng sudah berumur 57 tahun, tetapi sampai dengan hari ini belum mempunyai pahlawan nasional. Hal yang sama pernah saya lakukan semasa menjabat anggota DPRD Kota Palu, ketika penepatan nama Bandara Udara Mutiara Sis Aljufri,” tuturnya.

Dikatakan, melalui Ketua DPRD Provinsi Sulawesi Tengah, Dr. Hj Nilam Sari Lawira, SP. MP, ada sembilan tokoh asal Sulteng yang telah masuk dalam perincian APBD tahun 2022 mendatang. Dirinya juga berharap peran aktif ditingkat daerah, baik secara institusi maupun pribadi.

“Upaya yang kami lakukan ialah berkomunikasi dengan Bupati Pasangkayu, Sulawesi Barat. Pasalnya ketika tim dari Jakarta datang mengunjungi makam Pue Lasadindi terlihat memprihatinkan. Tapi Alhamdulillah sekarang sudah masuk APBD Kabupaten Pasangkayu sebesar Rp350 juta,” katanya

Pada tanggal 10 November yang bertepatan dengan hari pahlawan, dirinya akan melaksanakan ziarah akbar dimulai dari mengunjungi makam Abdul Wahid Toana, Rusdi Toana, Sayyid Idrus bin Salim Al-Jufri (Guru Tua) dan terakhir Pue Lasadindi (Mangge Rante).

Reporter: Fikri Alihana
Editor: Udin Salim

Ayo tulis komentar cerdas