Home Sulteng

Hasil Ikan Budidaya Cukupi Kebutuhan Daerah

PANEN NILA - Kepala DKP Provinsi Sulteng, Moh Arif Latjuba (topi putih) saat panen ikan Nila Gesit di UPT Balai Perbenihan dan Perikanan pada Jumat, 21 Agustus 2020. (Foto: Istimewa)

Palu, Metrosulawesi.id – Kepala Bidang Budidaya, Pengolahan dan Pemasaran Hasil Perikanan Dinas Kelautan dan Perikanan (DKP) Provinsi Sulteng, Muhammad Syafar, mengungkapkan produksi ikan budidaya air tawar diantaranya udang, nila dan lele cukup untuk memenuhi kebutuhan daerah.

“Alhamdulillah, untuk kebutuhan daerah selama ini cukup, cuma biasa yang bikin inflasi ikan laut,” ungkap Syafar, baru-baru ini.

Dia mengatakan selain untuk kebutuhan daerah, Sulteng juga bisa melakukan ekspor hasil budidaya salah satunya udang. Ekspor udang dilakukan melalui Makassar, Sulawesi Selatan. Diketahui, Sulawesi Tengah masih menghadapi kendala dalam melakukan ekspor ikan dari daerah ini, khususnya ke luar negeri.

Kandala tersebut belum adanya Bandara Internasional di Sulteng. Hal ini diungkapkan Kepala Bidang Budidaya, Pengolahan dan Pemasaran Hasil Perikanan Dinas Kelautan dan Perikanan (DKP) Provinsi Sulteng, Muhammad Syafar di Palu.

“Mudah-mudahan gubernur baru kita ini bisa dan masuk progam pak Rusdi Mastura (Gubernur terpilih). Kalau itu jalan, kita bisa ekspor langsung hasil laut kita, mungkin ke Cina atau Jepang, apalagi kalau bisa tembus Amerika, sudah enak kita,” ungkap Syafar.

Hasil produksi perikanan Sulteng di tengah pandemi Covid-19 cukup membanggakan. DKP Provinsi Sulteng mencatat produksi perikanan tangkap dan budidaya mencapai 1.147.646 ton pada 2020.

Rinciannya, perikanan tangkap 186.693 ton dan perikanan budidaya 960.953 ton. Produksi tersebut dihasilkan dari berbagai kabupaten/kota di wilayah Sulawesi Tengah. Sedikitnya jumlah pembudidaya mencapai 59.523 orang dan jumlah petambak sebanyak 160 orang.

“Sebenarnya setiap tahun kita ekspor udang, cuman larinya melalui Makassar. Itu juga yang menjadi salah satu masalah kita,” ucap Syafar.

Atas kondisi tersebut, pintu ekspor hasil produksi udang Sulteng tercatat di Makassar, Provinsi Sulawesi Selatan. Padahal menurut Syafar, produksi udang Sulteng lebih banyak dari Makassar.

“Masalah kita itu saja, harus ada Bandara Internasional kita. Kalau melalui jalur laut lama,” katanya.

Syafar mencontohkan, Provinsi Manado setiap saat melakukan ekspor karena memiliki Bandara Internasional. Bahkan produksi Ikan Nila disuplai langsung ke Negara Cina. Begitu juga Kalimantan Timur, Ikan Nila dan Patin dieskpor langsung ke Jeddah Arab Saudi, karena daerah tersebut memiliki Bandara Internasional.

Reporter: Michael Simanjuntak
Editor: Yusuf Bj

Ayo tulis komentar cerdas