Home Hukum & Kriminal

DPO Korupsi Morowali Sempat Ganti Nama

SEMPAT GANTI NAMA - Terpidana H Khoironi. F. Cada alias H Khoironi. F. Cada, saat digelandang tim Kejati Sulteng bekerjasama dengan Kejati Kalim dan KPK. (Foto: Penkum Kejati Sulteng)
  • Kejati Sulteng Tangkap Terpidana Khoironi

Palu, Metrosulawesi.id – Kejaksaan Tinggi Sulawesi Tengah, bekerjasama dengan Kejati Kalimantan Timur, dan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) menangkap H Khoironi. F. Cada di kota Samarinda, Kaltim. Dia adalah terpidana kasus korupsi pengadaan kapal cepat Kabupaten Morowali tahun 2007 yang sudah lama masuk dalam Daftar Pencarian Orang (DPO).

Asisten Pidana Khusus (Aspidsus) Kejati Sulteng, Mochammad Jeffri. SH. MH, kepada wartawan di ruangannya, Kamis 27 Mei 2021 mengatakan, sebelum ditangkap tim terlebih dulu melakukan pemantauan untuk membuktikan keberadaan terpindana.

“Terpidana ditangkap di rumahnya. Istrinya sendiri yang menyambut kedatangan tim. Terpindana ini setelah melarikan diri ke Kaltim berganti nama menjadi H. Fatahudin Cada,” ungkapnya.

Jeffri mengatakan, terpidana telah diamankan di Kejati Kaltim, sebelum diterbangkan ke Kota Palu, Sulawesi Tengah.

Jeffri menambahkan, terpidana merupakan tahanan rumah Kejati Sulteng yang divonis oleh Pengadilan Negeri/PHI/Tipikor Palu pada tahun 2017. Namun setelah turun kasasi dari Mahkamah Agung (MA) terpidana telah melarikan diri ke Kalimanatan tepatnya di Kota Samarinda.

“Terpidana akan diterbangkan dari Kaltim ke Kota Palu,” katanya.

Kata dia, penindakan terhadap terpidana membuahkan hasil terhadap penyelamatan aset negara berupa kapal cepat dengan nama Sinar Tobaku yang nilainya kurang lebih Rp 4 miliar.

Bahkan kata dia, sudah teridentifikasi keberadaan kapal tersebut yakni di Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT). Kapal tersebut digunakan sebagai alat transportasi penyeberangan.

Kata Jefrri, terpidana sebelumnya divonis oleh Hakim Pengadilan Negeri/Tipikor Palu pada tanggal 22 September 2017, dengan pidana penjara selama 5 tahun dan denda Rp 200 juta subsidar 2 bulan kurungan.

Lanjut dia, saat itu terpidana melakukan kasasi hingga ke MA, tetapi di kuatkan putusan PN Palu. Namun karena status terdakwa sebagai tahanan rumah, sehingga sebelum dieksekusi telah melarikan diri dan berganti nama.

Reporter: Salam Laabu
Editor: Udin Salim

Ayo tulis komentar cerdas