Home Palu

Animo Pembeli Bunga di Palu Meningkat

PEDAGANG BUNGA - Ketua Komunitas Penjual Bunga Kota Palu, Sujito, saat memperlihatkan sejumlah bunga yang dijualnya di Pasar Inpres Manonda Palu, Jumat, 28 Mei 2021. (Foto: Metrosulawesi/ Moh. Fadel)
  • Komunitas Penjual Bunga Harap Pemkot Sediakan Lahan

Palu, Metrosulawesi.id – Ketua Komunitas Penjual Bunga Kota Palu, Sujito mengatakan, selama masa pandemi Covid-19, aktivitas masyarakat di luar rumah masih sangat dibatasi, sehingga masyarakat atau para ibu rumah tangga mulai melirik untuk manata rumahnya, dengan memajang bunga-bunga yang indah dengan beragam varian.

“Meskipun aktivitas di luar rumah tidak boleh, tetapi minat masyarakat Kota Palu membeli bunga cukup meningkat tahun ini, dibanding tahun sebelumnya,” kata Sujito, saat menjaga jualannya di Pasar Inpres Manonda, Jumat, 28 Mei 2021.

Sujito mengaku, bunga yang paling banyak laku saat ini yakni Bunga Aglonema, begitupun bunga anthurium. Rata-rata harganya Rp850 ribu. Yang jelas, kata Sujito, dirinya menjual berbagai macam bunga, sesuai selera pembeli.

“Kalau dulu harga bunga itu harganya sangat rendah dijual hanya Rp10 ribu. Tetapi saat ini karena perkembangan zaman dan juga semakin banyak peminat, sehingga harga bunga semakin naik. Contohnya saja ada harga bunga mencapai Rp2 juta lebih,” jelasnya.

Sujito mengatakan, dengan hadirnya Komunitas Bunga di Palu, tentunya diharapkan dapat meningkatkan pembeli bunga, dan dapat menyerap aspirasi para pedagang yang ingin menjual bunga di tempat strategis.

“Para pedagang bunga ini rata-rata berasal dari Kota Palu, Parimo, Toaya, Donggala, dan satu berkumpul di lokasi ini untuk menjual bunga,” katanya.

Kata Sujito, memang ada pedagang bunga di luar sana, yang memang itu juga di fasilitasi oleh pemerintah, seperti di Hutan Kota Kaombona, ada empat orang dan di STQ. Namun di komunitas pejual bunga di Pasar Inpres ini yang aktif berjualan 70 pedagang.

“Kita komunitas bunga ini butuh naungan untuk mengangkat harkat bunga, utamanya fasilitas. Kalau bisa ada lapangan kosong tetapi tidak jauh dari kota. Jadi tidak tercampur dengan pedagang lainnya yang menjual sayuran dan ikan. Artinya ada tempat sendiri khusus untuk kami menjual bunga,” ujarnya.

Sujito mengaku, waktu mereka menjual bunga di Pasar Inpres itu hanya dua hari, Kamis dan Jumat sore dalam seminggu.

“Komunitas bunga ini baru saya bentuk sekitar setengah tahun lalu, dan alhamdulillah banyak yang bergabung. Kami berharap pemerintah lebih memperhatikan kami selaku pedagang bunga di Pasar Inpres Manonda,” pungkasnya.

Reporter: Moh. Fadel
Editor: Yusuf Bj

Ayo tulis komentar cerdas