Home Hukum & Kriminal

Satgas Madago Raya Buru Qatar Cs

BERI KETERANGAN - Kabid Humas Polda Sulteng, Kombes Didik Supranoto memberikan keterangan kepada wartawan, Senin 24 Mei 2021. (Foto: Metrosulawesi/ Faiz)

Palu, Metrosulawesi.id – Polda Sulawesi Tengah menegaskan terus melakukan pengejaran terhadap Qatar alias Farel alias Anas selaku otak pembunuhan sadis dari Kelompok Mujahidin Indonesia Timur (MIT), terhadap empat petani kopi atau warga Desa Kalemago, Kecamatan Lore Timur, Kabupaten Poso, Sulawesi Tengah pada 11 Mei 2021 lalu.

Pascainsiden mengenaskan tersebut, Kepala Bidang (Kabid) Humas Polda Sulteng, Komisaris Besar Didik Supranoto mengatakan, tim Satuan Tugas Madago Raya menyesuaikan diri di tengah pengejaran.

Karena dikatakan Didik, kelompok MIT saat ini terbagi dua gerombolan yang dipimpin oleh pimpinan MIT saat ini, Ali Kalora beserta empat orang lainnya. Sementara gerombolan kedua ditampuk oleh Qatar yang diikuti lima orang.

“Karena ini (kelompok MIT) terbagi dua kelompok tentu personel Madago Raya akan menyesuaikan untuk pengejarannya,” beber Didik kepada jurnalis di Mapolda Sulteng, Jalan Sam Ratulangi Kota Palu hari Senin, 24 Mei 2021.

Terkhusus Qatar selaku pemimpin pembunuhan di wilayah Poso dua pekan lalu, Didik menuturkan Qatar dianggap telah mampu memimpin kelompok kedua MIT.

Namun hal tersebut menurut Didik belum bisa memastikan perpecahan yang terjadi di kelompok teror tersebut, seperti beberapa info sebelumnya yang mengindikasi MIT terpecah jadi dua kelompok.

“Kalau terbagi kelompok itu ada kemungkinan. Karena kan berdasarkan keterangan saksi saat kejadian kemarin itu kan ada lima orang yang dipimpin Qatar,” aku Didik.

Sementara itu ujar Didik, tim gabungan Madago Raya membuka diri jika kelompok MIT beriktikad baik menyerahkan diri ke kepolisian.

“Kalau mau menyerahkan diri, silakan dan kami jamin keselamatannya,” imbuh pria berpangkat tiga bunga ini.

Hal itu senada dengan penyampaian oleh Kapolda Sulteng, Inspektur Jenderal Abdul Rakhman Baso menginginkan seluruh kelompok MIT yang kini berjumlah 9 orang menyerahkan diri.

Namun dia menekankan belum menerima informasi terkait rencana penyerahan kelompok berbasis di hutan pegunungan Poso, Sigi hingga Parigi itu.

“Sampai sekarang saya belum miliki data terkait isu kapan mereka menyerah,” pungkasnya.

Lebih jauh Didik mengungkapkan, TNI/Polri berusaha semaksimal mungkin melindungi seluruh masyarakat, termasuk warga Desa Kalimago dan sekitarnya yang ingin kembali berkebun.

“Tim-tim sekat sudah dibentuk seperti dari tim Madago Raya. Kemudian juga ada tambahan sekat-sekat lain di luar tim Madago Raya, ini ada di beberapa titik (dari) gabungan TNI/Polri,” tandas Didik.

Reporter: Faiz
Editor: Udin Salim

Ayo tulis komentar cerdas