Home Palu

Prof Hasan Sarankan Layanan Pengasuhan Anak

KULIAH UMUM - Departemen of Economics Kadir Has University, Istanbul-Turkey, Assoc Prof Hasan Tekguc, menyapaikan materi general lecture series atau seri kuliah umum ke-13 melalui aplikasi zoom meeting pada Selasa, 25 Mei 2021. (Foto: Zoom)
  • Mahasiswa FKIP Ikut General Lectrue Series

Palu, Metrosulawesi.id – Mahasiswa Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan Universitas Tadulako (FKIP Untad) kembali mengikuti general lecture series atau seri kuliah umum. Kuliah umum kali ini merupakan seri ke-13 masih melalui aplikasi zoom meeting berlangsung pada Selasa, 25 Mei 2021.

General lecture series dilaksanakan via zoom meeting karena masih di tengah pandemi Covid-19. Tujuannya guna memutus/mencegah kemungkinan penyebaran virus corona yang telah merenggut banyak jiwa.

Pelaksanaannya difasilitasi oleh Eurasia Foundation FKIP Untad membahas Strengthening Welfare State in Asia: The Case of Publicly Funded Childcare. Eurasia Foundation FKIP Untad menghadirkan Department of Economics Kadir Has University, Istanbul-Turkey, Associate Prof Hasan Tekgüc, sebagai narasumber.

Professor Hasan menyarankan sangat penting bagi pemerintah untuk menyediakan fasilitas publik layanan pengasuhan anak seperti tempat penitipan anak (childcare dan preschool) gratis yang bisa diakses oleh semua kalangan keluarga.

“Kebijakan ini tentunya tidak luput dari upaya untuk memperkuat stabilitas ekonomi dan juga kesejahteraan masyarakat,” ujarnya.

Melalui kebijakan Public Childcare, pemerintah menawarkan win-win solution bagi negara dan juga masyarakat luas yang mana keluarga (khususnya pihak perempuan) tidak harus kehilangan pekerjaannya untuk membantu perekonomian keluarga.

Prof Hasan menyebut beberapa negara maju seperti Prancis, Swedia, Finlandia dan Scandinavia sudah menerapkan program Public Childcare gratis untuk kelurga yang harus tetap bekerja paska maternal atau parental leave.

Banyak kelebihan yang ditawarkan oleh program pemerintah ini, khususnya menjaga dan memperkuat stabilitas kesejahteraan negara, namun penerapan program seperti ini tidak luput dari kekurangan jika bercermin ke negara-negara Asia contohnya India, Indonesia dan juga Bangladesh.

Budget pengadaan guru professional masih tergolong sangat tinggi, supply media pembelajaran dan juga alokasi budget pendanaan sarana sekolah/childcare masih sangat rendah.

“Disamping itu, kebijakan-kebijakan publik terhadap pengembangan pendidikan usia dini masih sangat minim,” kata dia.

Namun Professor Hasan menenkankan program seperti ini tidak akan bisa berhasil jika tidak ada dukungan dari semua pihak, khususnya dari pemerintah, pemangku kebijakan publik, politisi dan juga dari kalangan masyarakat luas dalam hal ini keluarga. Koordinator Eurasia Foundation FKIP Untad, Ir Purnama Ningsih S.Pd M.Si Ph.D, dan perwakilan dosen Untad turut mengikuti general lecture series ini.

Reporter: Michael Simanjuntak
Editor: Yusuf Bj

Ayo tulis komentar cerdas