Home Parigi Moutong

Parimo Terima 2.500 Lebih CPNS dan P3K

Ahmad Saiful. (Foto: Metrosulawesi/ Zulfikar)

Parimo, Metrosulawesi.id – Kepala Badan Kepegawaian, Pengembangan dan Sumber Daya Manusia (BKPSDM) kabupaten Parigi Moutong Ahmad Saiful menerangkan, bahwa Kemenpan-RB menetapkan kuota penerimaan Calon Pegawai Negeri Sipil (CPNS) dan Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (P3K) di Parimo sebanyak 2.500 lebih. Berdasarkan Data BKPSDM Parimo kuota penerimaan melalui jalur P3K terbesar terdapat pada tenaga Guru. 

“Karena sekitar empat hari yang lalu, BKPSDM Parimo menerima kuota penerimaan tahun 2021. Baik itu untuk CPNS maupun P3K, sesuai dengan apa yang kami telah usulkan sebelumnya,” terang Ahmad Saiful kepada sejumlah wartawan di ruang kerjanya, Selasa 25 Mei 2021.

Lanjut dia, dalam pembagian kuota yang ditetapkan melalui jalur penerimaan CPNS terdiri dari tenaga kesehatan, dan teknis. Selanjutnya untuk jalur P3K yakni, tenaga guru, dan kesehatan. Sehingga, untuk formasi tenaga guru seluruhnya direkrut hanya melalui P3K saja, tidak untuk jalur CPNS.

Sementara total kuota penerimaan yakni 2.334 orang, terdiri dari penerimaan tenaga guru Sekolah Dasar (SD), sebanyak 1.200 lebih. Sisanya Sekolah Menengah Pertama (SMP), untuk mata pelajaran Matematika, Bahasa Indonesia, dan Bahasa Inggris.

“Sebab, jumlah yang diberikan untuk tenaga guru melalui P3K di Parigi Moutong, memang banyak, itu jumlah yang memang kami usulkan kemarin,” tuturnya.

Sementara itu kata dia, formasi kesehatan melalui CPNS maupun P3K jumlahnya 94 orang, dan sisanya formasi untuk tenaga teknis.

Ia juga menjelaskan, bahwa banyaknya formasi untuk tenaga guru dikarenakan pemerintah daerah mengadopsi Data Pokok Pendidikan (Dapodik) sekolah di Parigi Moutong. Hanya saja, ada kekhawatirannya kuota yang diberikan, tidak dapat terpenuhi karena persyaratan P3K itu harus terdaftar di Dapodik, dibolehkan guru bersertifikasi, dan harus berdomisili di Parimo tidak seperti CPNS.

“Contohnya, guru BK disekolah yang berhonor maupun bersertifikasi non PNS kurang lebih 35 orang saja, sementara kuotanya 138 orang saja,” jelasnya.

Ia juga mengatakan, bahwa jalur P3K tersebut, sebenarnya sudah dibuka sejak tahun 2018 lalu, tetapi hanya beberapa daerah yang menerima instruksi pemerintah pusat tersebut, karena penggajiannya dibebankan pada pemerintah daerah. Hal itulah yang menjadi alasan Parimo tidak membuka jalur P3K dua tahun terakhir. Namun di tahun 2021 ini, seluruh pemerintah daerah diminta untuk mengusulkan penerimaan CPNS dan P3K tahun 2021.

“Karena, pada sosialisasi awal Kemenkeu sudah menyiapkan gaji sebesar 21 Triliun, untuk mengangkat 1.000.000.000 tenaga guru P3K di Indonesia. Anggaran itu telah diberikan kesetiap daerah, namun informasinya lambat diterima, sehingga sudah dialokasikan ke program lainnya,” ungkapnya.

Ia menambahkan, bahwa perbedaan penerimaan dua jalur rekrutmen tersebut untuk CPNS terbatas oleh usia, dengan batas maksimal 35 tahun, sedangkan P3K tanpa batas usia. Bahkan satu tahun sebelum pensiun, tenaga guru masih diperbolehkan untuk mendaftar pada jalur P3K itu, karena perjanjian kerjanya satu tahun lamanya.

“Jika ada Guru yang pensiun diusia 60 tahun, terus mau mendaftar dijalur P3K diusia 59 tahun itu dibolehkan. Dan untuk sistem penggajian CPNS dan P3K, sama. Akan tetapi P3K tidak menerima gaji pensiun,” tutupnya.

Reporter: Zulfikar
Editor: Syamsu Rizal

Ayo tulis komentar cerdas