Danil Rachman. (Foto: Istimewa)

Palu, Metrosulawesi.id – Kantor Imigrasi (Kanim) Kelas I TPI Palu tetap melakukan pengawasan atas keberadaan dan kegiatan orang asing atau WNA di daerah ini. Kepala Seksi Teknologi Informasi dan Komunikasi Keimigrasian Kanim Palu, Danil Rachman, mengungkapkan saat ini WNA (warga negara asing) dalam wilayah pengawasan pihaknya merupakan pemegang Kitas (izin tinggal terbatas) dan Kitap (izin tinggal tetap).

“Tidak terlalu banyak, beberapa orang saja, pemegang Kitas dan Kitap,” ujar Danil, Rabu, 26 Mei 2021.

Dia menjelaskan pengawasan yang dilakukan dengan melihat ke lapangan dan mengunjungi perusahaan-perusahaan yang diperkirakan mempekerjakan orang asing. Jika ditemukan WNA yang tidak memiliki dokumen resmi, maka akan dilakukan tindakan hukum, termasuk kemungkinan pendeportasian.

Danil menambahkan meski masih pandemi, Kanim Palu disebut tetap berkomitmen melaksanakan semua tugas dan tanggung jawab. Pelaksanaannya dipastikan dengan menerapkan protokol kesehatan pencegahan Covid-19.

Sebelumnya diberitakan, Kanim Palu melalui Tim Seksi Intelijen dan Penindakan Keimigrasian memindahkan satu WNA asal Filipina, Muhammad Abdurassal Mulassin ke Rumah Detensi Imgrasi (Rudenim) Manado, pada Minggu, 23 Mei 2021.

Kepala Seksi Teknologi Informasi dan Komunikasi Keimigrasian Kanim Palu, Danil Rachman, menjelaskan Mulassin dipindahkan karena akan dikenakan tindakan administratif keimigrasian berupa deportasi.

“Karena yang bersangkutan (Mulassin) masih menunggu kepastian untuk dipulangkan (deportasi) maka kita kirim ke Rudenim Manado,” jelas Danil, Senin, 24 Mei 2021.

Dia mengatakan Kanim Palu belum memiliki fasilitas untuk tempat tinggal WNA yang menuggu pelaksanaan deportasi. Atas hal itu, pemindahan WNA Mulassin dilakukan ke Rudemin Manado.

“Kita juga belum tau kepastian kapan bisa dipulangkan sehingga kami pindahkan ke Rudenim Manado. Nanti Rudenim Manado yang memproses kepulangnya ke negara yang bersangkutan ke Filipina,” ujar Danil.

Danil menyebut Mulassin merupakan eks narapidana penyalahgunaan narkoba yang telah menyelesaikan masa hukuman di Lapas Kelas III Parigi Moutong. Ia dihukum dengan 10 tahun penjara subsider 2 tahun.

Reporter: Michael Simanjuntak
Editor: Yusuf Bj

Ayo tulis komentar cerdas