Home Banggai

Serakan CPO di Jalan Bahayakan Pengendara

Kapolsek Batui IPTU IK. Yoga Widata SH, bersama denganpihak Perusahaan, saat melakukan pemeriksaan truck tangki pengangkut CPO. (Foto: Dok. Polsek Batui)
  • Hasil Pemeriksaan Ada Tujuh Kendaraan Truck Pemuat CPO Tidak Sesuai Standar

Banggai, Metrosulawesi.id – Ceceran atau serakan minyak sawit atau Crude Palm Oil (CPO) di sepanjang jalan lingkar Desa Uso, Kecamatan Batui, Kabupaten Banggai, yang sangat membahayakan para pengendara baik roda dua maupun roda empat, langsung ditindak lanjuti Kepolisian Sektor (Polsek) Batui, Polres Banggai.

Kapolsek Batui IPTU IK. Yoga Widata SH, dalam keterangan tertulisnya menjelaskan bahwa, pada Jumat 21 Mei 2021, sekitar pukul 19.45 Wita, ada masyarakat yang melaporkan adanya ceceran minyak sawit. Setelah mendapatkan laporan, pihaknya langsung menuju lokasi dan memasang rambu-rambu peringatan agar pengguna jalan berhati-hati.

“Kita kemudian mengamankan 17 unit mobil pengangkut minyak sawit yang sedang menuju pelabuhan Tangkian, Kecamatan Kintom, dan  menyampaikan kepada para sopir agar kontraktor atau pemilik mobil untuk datang di Polsek Batui, untuk dilakukan mediasi bersama dengan warga Desa Uso,” ucapnya.

Yoga juga mengatakan bahwa, pada Sabtu 22 Mei 2021, pihaknya memediasi pertemuan antara pihak PT.Delta Suber permai (DSP) dan tiga kontraktor pengangkut minyak CPO serta dihadiri oleh 17 sopir, dengan warga masyarakat Desa Uso.

“Kami meminta agar pihak perusahaan PT DSP dapat menjelaskan proses loading minyak CPO dari Pabrik DSP Dusun Seseba, Desa Honbola, menuju pelabuhan Tangkian Kecamatan  Kintom,” ucapnya.

Dalam Kesempatan itu, Polsek Batui, bersama dengan pihak PT. DSP, pihak Kontraktor dan Sopir, melakukan pemeriksaan terhadap 17 kendaraan yang di amankan, dan hasilanya ditemukan ada 7 kendaraan truck pemuat CPO yang tidak sesuai standar.

Untuk kendaraan yang tidak sesuai standar itu, terdiri dari CV. Fitratina Rahma, sebanyak dua unit mobil yaitu menggunakan tangki kotak, kondisi banyak ceceran minyak CPO di kas mobil, menggunakan tangki kotak, kondisi banyak ceceran minyak CPO di kas mobil.

“Kemudian, CV.Tosal Jaya sebanyak tiga unit mobil yaitu banyak ceceran minyak COP di lantai kas mobil dan kurangnya pengaman tangki dan terakhir PT. Amanah Lestari Energi sebanyak dua unit mobil yaitu tangki kotak l kondisi tangki lebih panjang dari kas mobil, kondisi tangki bocor pada bagian atas,” jelasnya.

“Dari hasil pemeriksaan sopir mengakui bahwa minyak COP jatuh di jalan Aspal Desa Uso adalah dari mobilnya, dan dari hasil mediasi pada hari itu yakni, mobil pengangkut minyak sawit yang tidak safety tidak akan lagi melakukan pengangkutan minyak sawit dari perusahaan PT. DSP,” terang IPTU Yoga.

Kapolsek Batui IPTU IK. Yoga Widata, dalam kesempatan itu menegaskan bahwa, kontraktor akan kembali melakukan pemeriksaan dan pengecekkan kelayakan kendaraan yang dimiliki, apakah telah memenuhi standar untuk dilakukan pengangkutan minyak sawit.

“Semua kendaraan yang diamankan telah dikeluarkan kembali dengan ketentuan yang tidak safety tidak akan kembali melakukan pengangkutan minyak sawit,” paparnya.

Pada kesempatan itu, pihak PT.DSP yang diwakili oleh Zaitun menjelaskan bahwa, sebelum dilakukan pemuatan pihak perusahaan melakukan pengecekan kendaraan yang disaksikan oleh para Kontraktor dan pihak pembeli minyak sawit.

“Jika ada kendaraan yang tidak Safety dari segi keamanan pemuatan minyak CPO maka pihak perusahaan PT.DSP tidak akan mengizinkan melakukan pemuatan,” tegasnya.

 “Karena standar perusahaan kendaraan yang memuat minyak CPO harus mobil tangki, namun ada kebijakan untuk memberdayakan orang lokal sehingga di perbolehkan mobil yang menggunakan tangki kotak/rakitan,” jelasnya.

Kasus seperti ini pernah terjadi pada tahun 1999, 2018, 2019 dan 2020 di jalan sepanjang Kelurahan Lamo, Desa Honbola dan Desa Uso dimana saat itu beberapa sepeda motor terjatuh akibat jalan licin.Itu terjadi karena disebabkan oleh ceceran minyak CPO / minyak sawit milik PT DSP.

Reporter: Djunaedi – Sudirman

Ayo tulis komentar cerdas