Home Ekonomi

PT Vale Bakal Rekrut 11.400 Tenaga Kerja

TERIMA KUNJUNGAN - Gubernur Sulteng, H Longki Djanggola saat menerima kunjungan CEO PT Vale Indonesia Tbk, Febriany Eddy di ruang kerjanya, Senin 24 Mei 2021. (Foto: Adm. Pimpinan)
  • Investasikan 140 Juta Dollar AS di Bahodopi

Palu, Metrosulawesi.id – Gubernur Sulteng, H Longki Djanggola menerima kunjungan CEO PT Vale Indonesia Tbk, Febriany Eddy di ruang kerjanya, Senin 24 Mei 2021.

Pada kesempatan itu, Gubernur Longki menyampaikan harapannya agar PT Vale dapat segera melakukan kegiatan atau operasi.

“Dan saya berharap PT Vale Indonesia Tbk dapat memberikan dampak terhadap pembangunan Sulawesi Tengah,” harap Longki.

Gubernur juga menyampaikan bahwa selalu bicara keras agar keberadaan 18 Smelter yang ada memberikan dampak terhadap APBD Sulawesi Tengah.

“Selama ini dampak Smelter tersebut tidak memberikan dampak terhadap APBD Sulawesi Tengah,” katanya.

Di bagian lain gubernur juga menyampaikan terimakasih atas bantuan PT Vale Indonesia Tbk pasca bencana yang terjadi di Sulawesi Tengah yaitu pembangunan SPAM di Kabupaten Sigi.

Pada kesempatan road show pertama kalinya, Febriany menyampaikan program-program prioritasnya sebagai CEO. Salah satunya adalah mewujudkan rencana pengembangan di blok Bahodopi.

“Kegiatan penambangan PT Vale di Blok Bahodopi akan menyerap sekitar 900 tenaga kerja. Sementara untuk kegiatan di pabrik pengolahan, kami memperkirakan kebutuhan tenaga kerja mencapai 11.400 orang pada periode konstruksi dan sekitar 3.700 ketika smelter sudah beroperasi,” kata Febriany.

PT Vale lanjut Febriany, menganut sistem rekrutmen tenaga kerja berbasis kompetensi dan dilakukan secara berjenjang. Seleksi tenaga kerja selalu diawali dengan talenta lokal, sebelum beranjak ke siklus berikutnya, yaitu rekrutmen regional dan nasional. Sebagai perusahaan yang mengedepankan keberagaman dan inklusi, PT Vale menerima talenta dari beragam latar belakang, selama memenuhi kompetensi yang disyaratkan.

Febriany juga memberi gambaran sekilas mengenai Program Pengembangan dan Pemberdayaan Masyarakat yang sudah dilakukan PT Vale di blok Bahodopi, termasuk rencana untuk segera menandatangani nota kesepahaman antara PT Vale dan CIKASDA terkait instalasi pengelolaan air.

Menurut Febriany, dinamika bisnis nikel di Indonesia maju sangat pesat dalam delapan tahun terakhir. Hal tersebut membuat PT Vale semakin mantap mengambil posisi dalam peta industri nikel Tanah Air sebagai operator nikel yang mengedepankan praktik-praktik penambangan berkelanjutan.

“Nikel punya andil besar untuk menciptakan masa depan yang lebih ramah lingkungan. Sehingga bagi kami, misi keberlanjutan ini harus diterapkan pula dalam proses penambangan dan pengolahan nikel. Bukan semata hasil akhirnya. Karena akan janggal jika nikel yang digunakan sebagai jembatan untuk mengubah dunia menjadi lebih berkelanjutan, justru ditambang dan diolah dengan cara-cara yang mengabaikan aspek keberlanjutan,” kata Febriany.

Wilayah konsesi PT Vale di Sulawesi Tengah mencakup area Kontrak Karya seluas 22.699 hektar di Blok 2 dan Blok 3 Bahodopi. Proyek pengembangan di Blok ini terdiri atas 2 bagian utama, yaitu tambang dan pabrik, atau yang biasa disebut smelter.

Kegiatan penambangan akan dioperasikan oleh PT Vale dengan nilai investasi pembukaan tambang sebesar 140 juta dollar AS, Sementara untuk kegiatan pengolahan bijih nikel, PT Vale berencana membangun smelter dengan nilai investasi sebesar 1,8 miliar dollar AS. Untuk pembangunan smelter, PT Vale telah mendirikan badan usaha baru, yaitu PT Bahodopi Nickel Smelting Indonesia, PT BNSI, yang saat ini telah memperoleh Izin Usaha Industri. Pabrik ini rencananya akan dibangun dan dioperasikan bersama mitra kami dari China. Proyek Bahodopi telah diajukan sebagai bagian dari Proyek Strategis Nasional untuk tahun 2021.

Febriany, menyampaikan PT Vale sudah 52 tahun ada di Indonesia dan sudah membuktikan bagaimana komitmen perusahaan dalam melestarikan lingkungan hidup. Karena sebelum PT. Vale operasional terlebih dahulu dilakukan inventarisasi Flora dan Fauna yang ada dan setelah selesai memastikan kondisi lingkungan kembali seperti semula.

Pada kesempatan itu Gubernur didampingi Asisten Perekonomian dan Pembangunan Elim Somba dan Kadis Penanaman Modan dan PTSP Sandra Tobondo. (din/*)

Ayo tulis komentar cerdas