Home Sulteng

Semua Pejabat Komitmen Tak Gelar Halal bi Halal

Ratna Muthmainnah. (Foto: Metrosulawesi/ Moh Fadel)

Palu, Metrosulawesi.id – Kepala Kantor Kementerian Agama (Kemenag) Kabupaten dan Kota se- Sulawesi Tengah menyampaikan laporan secara virtual kepada Plt Kakanwil Kemenag Sulteng, bahwa implementasi SE Menag RI tetang panduan ibadah selama Ramadan dan Idul Fitri di masa pandemi Covid-19 telah disosialisasikan dengan baik.

“Kementerian Agama secara berjenjang waktu itu mengharapkan seluruh jajarannya agar ikut berperan aktif menyosialisasikan kepada masyarakat bagaimana pelaksanaan penerapan protokol kesehatan. Dilaksanakan atau tidak dilaksanakan Salat Id harus mengacu pada protokol kesehatan, termasuk dari pertimbangan kasus Covid-19,” kata Kepala Subbag Umum dan Humas Kanwil Kemenag Provinsi Sulteng, Ratna Mutmainnah di ruang kerjanya, belum lama ini.

Menurut Ratna, jika zona orange dan merah lebih baik tidak dilaksanakan Salat Id, kecuali zona kuning dan hijau mungkin bisa dilaksanakan. Tetapi semua keputusan diserahkan kepada pemerintah daerah dan gugus tugas.

“Jadi Sulteng relatif dianggap aman karena trendnya melandai. Tetapi secara khusus memang Plt Kepala Kanwil Kemenag Sulteng meminta laporan khusus dari Kepala Kantor Kemenag kab/kota terkait pelaksanaan Salat Id,” ungkapnya.

Kata Ratna, dalam laporan dari seluruh Kepala Kantor Kemenag secara umum melaporkan bahwa melaksanakan Salat Id di masjid, tetapi tidak di lapangan, dan semua melaksanakan prokol kesehatan. Bahkan di Kota Palu pemerintahnya membagikan thermo gun. Hal ini sangat disambut baik dalam mencegah penyebaran Covid-19.

“Alhamdulillah juga sesuai laporan para jemaah menggunakan masker, kecuali di daerah zona hijau mungkin tidak masalah,” katanya.

Yang jelas kata Ratna, di daerah-daerah yang rawan semua relatif aman dan terkendali, tidak ada konflik yang terjadi.

“Kita berdoa saja semoga tidak ada peningkatan kasus Covid-19 yang terlalu signifikan,” ungkapnya.

Bahkan Ratna menambahkan, bahwa para pejabat kantor Kemenag semuanya telah berkomitmen tidak melaksanakan open house ataupun halal bi halal yang menimbulkan kerumunan.

“Sebagian halal bi halal sudah dilakukan secara virtual, bahkan pada malam lebarannya takbir keliling memang sudah kompak tidak dilaksanakan. Kalaupun ada pawai obor mungkin di daerah kampung yang sangat jauh dari perkotaan. Jadi laporannya secara umum menjalankan prokes dan aman terkendali,” pungkasnya.

Reporter: Moh. Fadel
Editor: Yusuf Bj

Ayo tulis komentar cerdas