Home Palu

Kepsek SD Inpres 5 Birobuli: Besaran Anggaran DAK Belum Ditetapkan

MEMANTAU - Kepala SD Inpres 5 Birobuli, Dutri saat memantau kelas yang baru dibangun, beberapa waktu lalu. (Foto: Metrosulawesi/ Moh Fadel)

Palu, Metrosulawesi.id – Kepala SD Inpres 5 Birobuli, Dutri mengaku belum mengetahui berapa besaran anggaran Dana Alokasi Khusus (DAK) yang akan diberikan kepada sekolahnya dalam untuk membangun ruang guru.

“Saya belum tahu berapa besaran anggaran DAK tersebut. Kemudian saya belum tahu siapa yang kerja, tetapi nama SD Inpres Birobuli sudah ada untuk menerima DAK, hanya saja besaran anggaranya belum ditetapkan berapa yang akan dikucurkan untuk pembangunan ruangan guru tersebut,” kata Dutri, saat dihubungi Metro Sulawesi, Minggu, 23 Mei 2021.

Dutri mengaku bahwa sekolahnya memang terpilih menerima dana DAK itu, namun untuk menjelaskan besaran anggaran dan siapa yang mengerjakannya dirinya belum mengetahui.

“Saya belum tahu juga yang kerjakan apakah menggunakan pihak ketiga atau seperti apa, sebab kami juga belum mengikuti sosialisasi. Nanti jika sudah diadakan sosialisasi baru akan diketahui berapa besaran anggarannya,” ungkapnya.

Sebelumnya, Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kota Palu, Ansyar Sutiadi mengungkapkan, Pemerintah Kota Palu akan melakukan percepatan peningkatan kualitas sarana prasarana (sapras) sekolah di Kota Palu melalui Dana Alokasi Khusus (DAK) 2021.

“Melalui DAK itu kami akan membangun ruangan-ruangan guru, kemudian dibangun jamban siswa serta laboratorium komputer di beberapa sekolah di Kota Palu,” kata Ansyar.

Ansyar mengatakan, sasaran pembangunan sapras itu di sekolah-sekolah pinggiran, karena dipahami betul yang butuh sapras itu adalah sekolah yang berada di pinggiran.

“Pelaksanaanpembangunanya tahun ini, dan saat ini sementara dalam proses,” ungkapnya.

Kata Ansyar, untuk anggaranya masing-masing sekolah sekitar Rp70 juta hingga Rp100 juta, dengan total anggaran kurang lebih Rp2 miliar.

“Kami berharap para kepala sekolah betul-betul mengawasi proses-proses pekerjaannya, sehingga kita berharap sarana prasarana yang dibangun berkualitas baik dan nyaman digunakan,” ujarnya.

Ansyar mengatakan, sekolah yang menerima DAK ini sesuai kriteria yang dipilih oleh Kemendikbud RI, dengan memperhatikan Data Pokok Pendidikan (Dapodik) yang memuat tentang Sapras, termasuk juga proposal dari Disdikbud dan assesmen.

“Jadi ada beberapa hal yang menjadi tolak ukur penentuan sekolah-sekolah penerima DAK tersebut,” katanya.

Kata Ansyar, untuk proses pembangunannya akan dilakukan melalui kontraktual atau pihak ketiga.

Adapun sekolah penerima DAK tersebut yakni, kategori pembangunan ruang guru yakni SD Inpres 1 Kayumalue Pajeko, SDN Inpres 1 Tatura, SDN Inpres 4 Taipa Ginggiri, SD Inpres 5 Birobuli, SDN 1 Baiya, SDN Kabonena, SDN Palupi, SDN Inpres 5 Taipa Laga.

Sementara untuk pembangunan jamban siswa di SD Inpres 7 Labuan Baru, kemudian untuk pembangunan laboratorium komputer dilakukan di SMPN 5 Palu, dan SMPN 11 Palu.

Reporter: Moh. Fadel
Editor: Yusuf Bj

Ayo tulis komentar cerdas