Home Palu

DKP Kembali Fungsikan Tambak Udang Mamboro

PANEN PERDANA - Gubernur H Longki Djanggola saat panen perdana budidaya udang vaname teknologi supra intensif skala rakyat di Mamboro, Kota Palu, pada Mei 2018. (Foto: Istimewa)

Palu, Metrosulawesi.id – Dinas Kelautan dan Perikanan (DKP) kembali memfungsikan tambak udang di Kelurahan Mamboro, Kota Palu, sejak beberapa waktu lalu. Diketahui, tambak udang di Mamboro sempat rusak akibat hantaman gempa dan tsunami pada 2018 lalu.

“Tahun ini baru kita mulai lagi, yang di Mamboro sudah mulai jalan setelah dilakukan perbaikan, mungkin dalam satu atau dua bulan lagi sudah panen. Yang di Tindaki (Parigi Moutong) juga sudah diperbaiki yang retak-retak,” ungkap Kepala Bidang Budidaya, Pembinaan dan Pengolahan Hasil Perikanan DKP Provinsi Sulteng, Muhammad Syafar, Minggu, 23 Mei 2021.

Dikatakan, pascabencana, produksi udang binaan DKP Provinsi Sulteng sempat terganggu. Untungnya, hal itu tidak berpengaruh besar dalam memenuhi pasokan udang di daerah ini. Dia mengatakan udang yang diproduksi dengan teknologi supra intesif yang dirintis Hasanuddin Atjo, mantan Kepala DKP Provinsi Sulteng. Hasil produksi tersebut dipasarkan membantu ketersediaan stok udang.

“Tapi belum bisa kita ukur produksinya (hasil tambak) karena baru mulai jalan lagi,” ujar Syafar.

Syafar menerangkan tambak udang yang difungsikan di Mamboro dengan ukuran 20 x 20. Sebelum dihantam tsunami dalam satu kali panen (siklus) bisa mencapai 4 sampai 7 ton. Saat itu, dalam setahun produksi bisa mencapai 150 ton.

Diakui udang menjadi salah satu andalan hasil budidaya perikanan di wilayah Sulawesi Tengah. Secara nasional, udang juga merupakan salah satu komoditas utama dalam industrialisasi perikanan budidaya. Komoditi ini memiliki nilai ekonomis tinggi (high economic value) serta permintaan pasar yang juga tinggi (high demand product).

“Tapi kalau untuk penanganan dan pengembangan udang selama ini di perbenihan, kami hanya suport sarana parasarana seperti pakan,” tandas Syafar.

Sebelumnya diberitakan, DKP Provinsi Sulteng akan memaksimalkan budidaya ikan air tawar sistem bioflok. TNI/Polri dan masyarakat digandeng untuk penerapan budidaya bioflok di Sulawesi Tengah.

Syafar mengungkapkan pihaknya telah menyiapkan delapan paket bantuan budidaya bioflok untuk TNI melalui Koramil/Korem, Polri melalui Polairud, dan masyarakat pelaku budidaya ikan air tawar.

Dia mengatakan penyaluran sebagian paket bantuan direncanakan pada triwulan III dalam tahun ini. Paket bantuan terdiri atas bibit ikan, kolam bundar berdiameter 2 dan 4 meter, blower, bioflok, dan pakan.

“Selama ini kita gunakan bibit ikan nila dan lele, tapi nanti untuk paket ini nila saja,” ujar Syafar.

Reporter: Michael Simanjuntak
Editor: Yusuf Bj

Ayo tulis komentar cerdas