Muhammad Syafar. (Foto: Metrosulawesi/ Michael Simanjuntak)

Palu, Metrosulawesi.id – Dinas Kelautan dan Perikanan (DKP) Provinsi Sulteng akan memaksimalkan budidaya air tawar sistem bioflok. TNI/Polri dan masyarakat pembudidaya digandeng untuk penerapan budidaya bioflok di Sulawesi Tengah.

Kepala Bidang Budidaya, Pembinaan dan Pengolahan Hasil Perikanan DKP Provinsi Sulteng, Muhammad Syafar, mengungkapkan pihaknya telah menyiapkan delapan paket bantuan budidaya bioflok untuk TNI melalui Koramil/Korem, Polri melalui Polairud, dan masyarakat pelaku budidaya ikan air tawar.

“TNI nanti dapat tiga paket untuk Koramil Marawola, Dolo dan Palu Timur. Ada juga rencana satu lagi di Korem, tapi kami belum lihat lokasinya karena yang kami siapkan hanya tiga paket. Kalau yang di kepolisian satu paket tapi dari bidang pengawasan. Sisanya empat paket kami berikan kepada masyarakat yang telah menyampaikan proposal,” ungkap Syafar di Palu, Jumat, 21 Mei 2021.

Dia mengatakan penyaluran sebagian paket bantuan direncanakan pada triwulan III dalam tahun ini. Paket bantuan terdiri atas bibit ikan, kolam bundar berdiameter 2 dan 4 meter, blower, bioflok, dan pakan.

“Selama ini kita gunakan bibit ikan nila dan lele, tapi nanti untuk paket ini nila saja,” ujar Syafar.

Syafar menambahkan selain pemberian paket, pihaknya juga akan melakukan pendampingan melalui penyuluh. Diketahui, DKP Provinsi Sulteng telah melaksanakan pelatihan budidaya air tawar sistem Bioflok melibatkan jajaran TNI/Polri dan masyarakat pembudidaya pada akhir Maret 2021.

Sebelumnya, Kepala DKP Provinsi Sulteng, Moh Arif Latjuba, menjelaskan bioflok bisa diartikan sebagai gumpalan (flok) dari berbagai campuran heterogen mikroba (plankton, protozoa, fungi ), partikel, polimen organik, koloid dan kaiton yang saling berinteraksi dengan sangat baik di dalam air.

Sistem bioflok dikembangkan untuk meningkatkan pengendalian lingkungan dan yang memiliki permasalahan untuk mendapatkan air serta keterbatasan lahan, sehingga penerapannya akan lebih efektif.

Kepala Seksi Pengembangan Usaha Budidaya DKP Provinsi Sulteng, Budianto Somba, mengungkapkan sistem bioflok merupakan konsep budidaya ikan masa depan.

“Kenapa saya bilang konsep budidaya masa depan karena ke depan akan semakin meningkat permintaan terhadap ikan. Sistem bioflok hadir sebagai replikasi budidaya hemat air yang dikembangkan Kementerian Kelautan Perikanan,” ungkap Budianto, Minggu, 18 April 2021.

Reporter: Michael Simanjuntak
Editor: Yusuf Bj

Ayo tulis komentar cerdas