Home Sulteng

Lagi Sepi, Saatnya Berwisata ke Togean

SEPI - Objek wisata di Taman Nasional Kepulauan Togean saat ini sepi pengunjung. (Foto: Metrosulawesi/ Djunaedi)

Palu, Metrosulawesi.id – Bagi Anda yang ingin berwisata akhir pekan ini tapi khawatir adanya kerumunan, pilihannya terbaik adalah Kepulauan Togean, Kabupaten Tojo Unauna. Saat ini, destinasi wisata yang ditetapkan sebagai cagar biosfer pada 2019 ini sangat sepi pengunjung.

Kepala Balai Taman Nasional Kepulauan Togean (BTNKT), Bustang mengakui, saat ini kawasan wisata di Kepulauan Togean sedang sepi pengunjung. Bahkan, bisa dihitung jari orang yang datang untuk berwisata.

“Sepi sekali, satu-satu pengunjung yang ke pulau di Togean,” ungkap Bustang kepada Metrosulawesidikonfirmasi Kamis 20 Mei 2021.

Karena sepinya pengunjung, kata dia maka pelayanan pun jauh lebih baik agar wisatawan menikmati akhir pekannya.

“Pelayanannya optimal,bahkanlebih baik karena sepi. Lebih bagus dibandingkan pada saat ramai. Kalau ramai kan biasa transportasi penuh. Kalau sekarang malah transportasi mengeluh karena sedikit penumpang. Cottage juga ya diperbaiki betul kalau ada (wisatawan),” ujar Bustang.

Bustang mengatakan, sejak Januari sampai Maret 2021 hanya 12 turisyang datang ke Togean.

“Wisatawan dalam negeri, hanya beberapa orang dalam satu bulan,” katanya.

Libur lebaran tahun ini yang diharapkan banyak wisatawan yang berkunjung, ternyata malah sebaliknya.

“Tidak sesuai prediksi kita bahwa habis lebaran ramai. Ternyata sepi,” ujarnya.

Penyebabnya, karena adanya penyekatan atau zona aglomerasi untuk menekan jumlah pemudik lebaran di masa pandemi Covid-19. Kabupaten Tojo Una-Una masuk zona aglomerasi bersama Kabupaten Poso. Sementara, pengunjung yang banyak justru dari Kota Palu, ibukota Provinsi Sulawesi Tengah.

“Biasanya banyak dari Palu, tapi ditutup. Itu yang membuat sepi. Tapi sekarang sudah dibuka lagi (penyekatan),” katanya.

Menurutnya, anjloknya jumlah kunjungan karena kekhawatiran wisatawan terhadap penularanCovid-19. Oleh karena itu standar protokol kesehatan diterapkan dengan baik.

“Yang dari jauh bawa (surat) antigen. Kemudian di pintu masuk kawasan disiapkan alat standar protokol kesehatan seperti disediakan hand sanitizer, alat cuci tangan, dan alat pengukur suhu tubuh,” ujarnya.

Adapun karcis masuk dan karcis jasa wisata alam per orang per hari untuk wisatawan mancanegara Rp150.000. Sedangkan wisatawan nusantara hanya Rp5.000. Rombongan pelajar/ mahasiswa asing (minimal 10 orang) Rp100.000. Sedangkan rombongan pelajar/ mahasiswa nusantara (minimal 10 orang) Rp 3.000.

Dampak Pandemi

Sebelum pandemi Covid-19 setiap tahun ribuan wisatawan datang untuk menikmati panorama di atas dan di bawah laut yang menakjubkan.

Data Badan Pusat Statistik (BPS) menunjukkan, sepanjang tahun 2017 atau sebelum pandemi Covid-19 sebanyak 7.617 wisatawan domestik dan 5.378 wisatawan mancanegara berkunjung ke Kabupaten Tojo Unauna. Jumlah itu meningkat pada tahun 2018 yakni 7.845 mancanegara dan domestik 12.560.

Tapi, jumlah tersebut terus menurun sejak 2019 sampai sekarang. Pada 2019 hanya 7.637 wisatawan domestik dan 3.770 wisatawan mancanegara yang berkunjung ke destinasi wisata unggulan Sulawesi Tengah itu. Sepinya kunjungan wisata berlanjut pada 2020, hanya 334 domestik dan mancanegara 408 orang.

Sepinya jumlah pengunjung ke Togean dipastikan akan menekan pendapatan negara bukan pajak (PNBP) yang selama ini masuk dari TNKT.Data Kementerian Lingkungan Hidup dan kehutanan mencatat PNBP dari sektor pariwisata di Togean pada tahun 2020 hanya Rp88.985.000. Jumlah itu turun drastis jika dibandingkan BNBP bidang jasa lingkungan masuk objek wisata alam tahun 2019 di TNKT yakni Rp. 469.165.000. Bahkan, pada tahun 2018 BNBP di Taman Nasional Kepulauan Togean mencapai Rp573.480.000. Diketahui, pendapatan negara bukan pajak dari TNKT mengacu pada Peraturan Pemerintah Nomor 12 Tahun 2014 tentang Jenis Penerimaan Negara Bukan Pajak yang berlaku pada Kementerian Kehutanan.

Reporter: Syamsu Rizal

Ayo tulis komentar cerdas