Home Sulteng

686 Desa di Sulteng Belum Terakses Internet

Ahfan Halim. (Foto: Ist)

Palu, Metrosulawesi.id – Lebih dari setengah jumlah masyarakat di Sulawesi Tengah merupakan pengguna internet. Namun masih cukup banyak pula wilayah yang yang belum terjangkau akses internet (blank spot).

Pihak Dinas Komunikasi dan Informatika (Diskominfo) Sulawesi Tengah mencatat sekitar 57,68 persen masyarakat Sulawesi Tengah telah menggunakan akses internet. Pengguna paling banyak berasal dari kelompok usia 25 tahun ke atas.

“Ini terkait kesanggupan untuk membeli data (paket internet). Kalau secara nasional pengguna terbanyak adalah usia 15 sampai 19 tahun, usia sekolah (SMP-SMA),” ungkap Kepala Bidang Aplikasi Informasi Diskominfo Sulawesi Tengah Ahfan Halim saat ditanya wartawan Metrosulawsi dalam kegiatan Literasi Digital bertema Indonesia Makin Cakap Digital di Palu, Jumat 21 Mei 2021.

Kata dia, masih banyak pula wilayah di daerah ini yang belum terjangkau akses internet. Setidaknya ada 686 desa di Sulawesi Tengah sampai saat ini belum memiliki akses internet.

Desa-desa yang belum memiliki akses internet itu terutama berada di wilayah terluar, terdepan dan tertinggal. Kabupaten Banggai merupakan daerah yang desanya paling banyak belum tersedia akses internet. Sebanyak 126 desa di Kabupaten Banggai belum memiliki akses internet.

Hal itu disebabkan belum adanya Base Transceiver Station (BTS) sebagai infrastrukrur telekomunikasi yang memfasilitasi komunikasi nirkabel di daerah-daerah itu.

“Masih banyak blank spot yang tidak terjangkau internet. Terutama wilayah terluar, terdepan dan tertinggal. Biasanya desa-desa itu hanya ada puluhan rumah warga, ini tentu jadi pertimbangan provider,” ungkapnya.

Namun begitu, pemerintah akan tetap berupaya agar daerah-daerah tersebut bisa memiliki akses internet. Kata Ahfan, salah satu solusinya bisa dengan membangun BTS yang cakupannya lebih luas.

Tidak hanya mampu mengakses internet, pemerintah pun mendorong agar masyarakat bisa cakap digital.

Kegiatan Literasi Digital sendiri digelar secara nasional selama dua hari (20-21 Mei 2021). Kegiatan itu telah diluncurkan oleh Presiden Joko Widodo dan disaksikan ratusan ribu masyakarat secara daring.

Reporter: Tahmil Burhanuddin
Editor: Udin Salim

Ayo tulis komentar cerdas