Home Palu

RAPI Sulteng Gelar Bimbingan Organisasi

BIMBINGAN ORGANISASI RAPI - Ketua RAPI 23 Sulteng, Abd Raaf Malik menyampaikan sambutan dalam acara bimbingan organisasi kantor Kecamatan Palu Selatan, Sabtu, 22 Mei 2021. (Foto: Ist/ Dok. RAPI)

Palu, Metrosulawesi.id Organisasi Radio Antar Penduduk Indonesia (RAPI) 23 Daerah Provinsi Sulteng menjalankan salah satu fungsinya, yakni melakukan bimbingan organisasi kepada anggotanya.

Bertempat  di Aula Kantor Kecamatan Palu Selatan, digelar bimbingan organisasi yang diikuti 55 orang pengurus RAPI Kota Palu, RAPI Kabupaten Sigi, dan RAPI Kabupaten Donggala, Sabtu, 22 Mei 2021.

Kegiatan ini dihadiri mitra RAPI yakni Dinas Komunikasi, Informatika, Persandian dan Statistik (DIKPS) Sulteng, dan Kepala Balai Monitor Spektrum Frekuensi Radio Kelas II Palu, Latuse ST,MT.

Ketua RAPI 23 Daerah Provinsi Sulawesi Tengah, Drs. Abdul Raaf Malik, M.Si mengatakan bimbingan organisasi bertujuan antara lain untuk meningkatkan kualitas sumber daya manusia (SDM) anggota RAPI. Ini sesuai dengan tema kegiatan yakni

“Dengan bimbingan organisasi kita tingkatkan kualitas sumber daya anggota agar menjadi aset bangsa yang handal dan dibanggakan”.

Abdul Raaf Malik mengatakan RAPI merupakan organisasi sosial kemasyarakatan yang diakui oleh pemerintah dan hingga saat ini terus menjalin kemitraan dalam memberikan informasi publik, terkait kebencanaan dan lain sebagainya.

“RAPI menjalin kemitraan dan bersinergi bekerja sama antara lain RRI Palu, BNPB, BPBD Provinsi Sulteng, Dinas Kominfo dan Dinas Sosial Provinsi Sulawesi Tengah,” katanya.

Dia mengatakan, keberadaan RAPI sangat penting  terbukti dalam penyebaran informasi publik yang valid pada penanggulangan suatu bencana, penyebaran informasi terkait bencana yang cepat akurat mampu mempercepat kordinasi.

Kepala Bidang Informasi dan Komunikasi Publik, Hasim R, S.Kom.,M.Si mengapresiasi kegiatan RAPI Sulteng. Menurutnya fungsi yang dijalankan RAPI merupakan salah satu tugas dari pemerintah yakni bagaimana menyampaikan informasi yang benar kepada masyarakat, serta tentang bahayanya berita hoaks.

Dia berharap anggota RAPI di Sulteng ikut andil membantu pemerintah dalam menyebarkan informasi yang benar dan valid kepada masyarakat.

”Jika ada berita atau informasi yang masuk jangan langsung dipublikasi dan harus dikroscek terlebih dahulu faktanya atau mengidentifikasi terlebih dahulu, masyarakat agar dapat untuk memverifikasi apakah sebuah informasi adalah hoaks atau bukan,” katanya. (*/ril)

Ayo tulis komentar cerdas