Home Palu

PPDB SMPN 3 Palu Melalui Sistem Online

Wiji Slamat. (Foto: Istimewa)

Palu, Metrosulawesi.id – Kepala SMP Negeri 3 Palu, Wiji Slamat mengungkapkan, Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) di sekolahnya bakal dilaksanakan secara online melalui situs resmi yang akan disiapkan oleh pihak sekolah. Hal itu dilakukan karena saat ini masih dalam masa pandemi Covid-19.

“PPDB tahun ini menyiapkan 11 rombongan belajar (rombel) dengan jumlah kuota 352 siswa. Dengan ketentuan atau persayaratan untuk bisa diterima di SMPN 3 Palu berdasarkan Permendikbud, untuk siswa yang masuk SMP berusia paling tinggi 15 tahun harus memiliki ijazah SD/sederajat atau dokumen lain yang menjelaskan telah menyelesaikan kelas 6 SD,” jelas Wiji, di Palu, belum lama ini.

Wiji mengatakan, tentunya semua itu harus dibuktikan dengan persyaratan lainnya, yakni syarat usia calon peserta didik harus dibuktikan dengan akta kelahiran atau surat keterangan lahir. Persyaratan usia dikecualikan untuk sekolah yang menyelenggarakan pendidikan khusus, menyelenggarakan pendidikan layanan khusus, dan syarat usia dan ijazah atau dokumen lain.

“PPDB tahun ini tetap akan menerapkan sistem zonasi sehingga apabila mengacu pada konsep PPDB di tahun sebelumnya, maka SMPN 3 Palu memiliki tujuh wilayah kelurahan yang menjadi wilayah zonasi,” ungkapnya.

Diantaranya kata Wiji, Siranindi, Kamonji, Nunu sebagian, Ujuna sebagian, Boyaoge sebagian, Balaroa bagian bawah, dan Donggala Kodi bagian bawah. Dengan ketentuan presentasi yakni zonasi minimal 50 persen, untuk Afirmasi minimal 15 persen, perpindahan tugas orang tua/wali maksimal 5 persen, sedangkan prestasi dijatahkan pada sisa kuota yakni 30 persen.

“Untuk zonasi 2021 domisili calon peserta didik berdasarkan alamat pada kartu keluarga yang diterbitkan paling singkat satu tahun sebelum tanggal pendaftaran PPDB. Sedangkan untuk jalur afirmasi, kuota penyandang disabilitas masuk dalam jalur afirmasi. Jalur afirmasi diperuntukkan bagi peserta didik yang berasal dari keluarga ekonomi tidak mampu dan penyandang disabilitas,” ujarnya.

Menurut Wiji, apabila calon peserta didik yang mendaftar melalui jalur afirmasi melampaui jumlah kuota jalur afirmasi yang ditetapkan oleh Pemda setempat, maka penentuan peserta didik dilakukan dengan memprioritaskan jarak tempat tinggal calon peserta didik yang terdekat dengan sekolah.

“Sementara peserta didik baru yang berasal dari keluarga ekonomi tidak mampu dibuktikan dengan bukti keikutsertaan peserta didik dalam program penanganan keluarga tidak mampu dari pemerintah,” katanya.

Kemudian kata Wiji, jalur perpindahan orang tua dibuktikan dengan surat penugasan dari instansi, lembaga, kantor, atau perusahaan yang mempekerjakan. Sedangkan penentuan peserta didik dalam jalur perpindahan tugas orang tua diprioritaskan pada jarak tempat tinggal calon peserta didik yang terdekat dengan sekolah.

“Untuk jalur prestasi ditentukan berdasarkan rapor yang dilampirkan dengan surat keterangan peringkat nilai rapor peserta didik dari sekolah asal dengan dibuktikan nilai rapor semester satu sampai dengan semester lima. Sedangkan prestasi di bidang akademik maupun nonakademik dibuktikan dengan prestasi yang diterbitkan paling singkat enam bulan dan paling lama tiga tahun sebelum tanggal pendaftaran PPDB,” pungkasnya.

Reporter: Moh. Fadel
Editor: Yusuf Bj

Ayo tulis komentar cerdas