Home Palu

Pemkot Palu Jemput Bola di Pasar, Syaratnya Cuma KTP

SUASANA VAKSINASI - Sejumlah petugas kesehatan saat melayani pedagang untuk divaksin Covid-19, di Kantor Pasar Inpres Manonda Palu, Kamis, 20 Mei 2021. (Foto: Metrosulawesi/ Moh Fadel)
  • Vaksinasi Covid untuk Pedagang

Pemerintah Kota (Pemkot) Palu mulai melakukan vaksinasi terhadap pedagang di Pasar Inpres Manonda. Kegiatan ini dilakukan bekerjasama dengan pihak RS Anutapura Palu dan Diperindag setempat, Kamis 20 Mei 2021. Seperti apa? Berikut laporannya.

Laporan: MOH FADEL

PAGI itu Annurwana (40) salah satu pedagang rempah di Pasar Inpres Manonda Palu, tidak seperti biasa. Dari rumahnya dia tidak langsung ke pasar, seperti hari-hari biasanya. Kali ini dia langsung menuju tempat pelaksanaan vaksinasi Covid-19 yang kebetulan berada di Pasar Inpres Manonda.

“Saya minta anak saya untuk menggantikan sementara berjualan,” katanya kepada Metrosulawesi.

Sama seperti pedagang lainnya, Annurwana tampak begitu semangat untuk mendapatkan vaksin Covid. Setibanya di lokasi vaksinasi, dia langsung mendaftarkan diri dan ikut antrian—sambil menunggu dipanggil.

Tidak sampai menunggu lama, petugas memanggil nama Annurwana. Wanita berjilbab itu pun kemudian duduk di kursi pendataan. Setelah itu ke meja pemeriksaan tekanan darah. Di meja berikutnya Annurwana ditanya soal riwayat penyakit.

“Darah saya ditensi kemudian ditanya-tanya soal kondisi kesehatan. Hasil pemeriksaan semuanya normal, sehingga dapat divaksin,” katanya.

“Sebelum divaksin dicek dulu kesehatannya. Jadi tidak sembarang main suntik. Jadi saya berharap para pedagang jangan percaya dengan informasi yang tidak benar atau Hoaks,” tambahnya.

Usai mendapatkan suntikan vaksin, Annurwana lanjut ke meja berikutnya. Di sini dia ditanya soal efek vaksin.

“Saya hanya merasa sedikit keram-keram di tempat suntikkan vaksin, di tangan bagian kiri. Tetapi setelah saya berkonsultasi dengan petugas kesehatan, jika mengalami masalah kesehatan, bisa menghubungi dokter yang telah dicantumkan pada surat vaksinasi tahap pertama. Semoga tidak terjadi apa-apa,” kata Annurwana sembari senyum.

Rekan Annurwana–Sitti yang lebih dulu divaksin mengaku tidak merasakan apa-apa setelah divaksin.

“Saya hanya sedikit mengantuk, kalau keram-keram memang setelah disuntik biasanya begitu agak sakit,” ungkapnya.

Pelaksanaan vaksinasi untuk para pedagang di Pasar Inpres Manonda Palu sebenarnya sudah dilakukan sejak Rabu 18 Mei 2021. Kegiatan ini akan berlangsung selama dua minggu. Pada hari kedua, Kamis 20 Mei 2021, pedagang yang hadir sekitar 30-an orang. Vaksinasi dimulai pagi hingga siang hari.

Plt Direktur RSU Anutapura Palu, drg Herry Mulyadi mengatakan, tujuan vaksinasi kepada para pedagang ini untuk mengurangi risiko-risiko penyebaran Covid-19, sebab virus corona hingga saat ini belum berakhir apalagi Sulteng masuk kategori 16 besar.

“Olehnya itu kami berharap para pedagang koperatif hadir divaksinasi, dan rencananya proses vaksinasi itu akan berlangsung hingga dua pekan. Kami sengaja adakan vaksinasi di pasar, sebagai jemput bola agar para pedagang tetap beraktivitas dalam melayani masyarakat,” ujarnya.

Herry mengatakan, walaupun vaksinasi ini tidak 100 persen dapat mencegah, tetapi dapat memperkecil peluang-peluang Covid-19 bisa berkembang.

“Kami dari RSU Anutapura sebagai vaksinator tidak menargetkan, tetapi menerima sebanyak-banyaknya pedagang untuk divaksin, dan kami sekitar dua minggu berada di pasar untuk melayani pegadang agar mendapatkan vaksinasi,” ungkapnya.

Di tempat sama, Kepala Disperindag Kota Palu, Syamsul Saifudin mengatakan, pedagang yang mengikuti vaksinasi ini persyaratannya hanya membawa KTP saja.

“Untuk penerima vaksinasi tentunya kami harap bisa 100 persen divaksin, walaupun masih ada pedagang yang tidak percaya, tetapi pemerintah terus melakukan upaya agar para pedagang bisa datang untuk divaksin. Karena ini sudah masuk hari kedua vaksinasi, maka untuk total pedagang yang sudah divaksin dari kemarin hingga saat ini sebanyak 58 pedagang,” jelasnya.

Kata Syamsul, untuk jumlah pedagang di Pasar Inpres Manonda sebanyak 900 orang, sementara Masomba 450 pedagang, Petobo 200 orang, kemudian Lasoani 400. Jadi semua pedagang ini diharapkan bisa tervaksin semua.

“Terkait penerapan protokol kesehatan para pedagang kami memantau sudah mulai baik, apalagi pengunaan maskernya. Bahkan peralatan-peralatan pencegahan Covid-19 seperti cuci tangan di beberapa titik juga sudah ada, dan petugas kami selalu mengigatkan baik kepada pedagang maupun pengunjung agar tetap menerapkan prokes,” ungkapnya.

Syamsul mengaku, memang masih ada pedagang yang tidak mau divaksin. Jangankan pedagang guru-guru saja di pendidikan masih banyak yang tidak mau untuk divaksin. Olehnya itu diharapkan kepada seluruh masyarakat jangan mempengaruhi orang lain untuk tidak divaksin.

“Kita justru mengimbau agar para pedagang agar divaksin, tujuan semata-mata vaksinasi ini demi keselamatan kita bersama, kita sengajar sasar di Pasar karena yang pertama ini tempat berkerumun, kemudian sangat rentan menjadi tempat klaster baru,” katanya.

Kemudian kata Syamsul, selain para pedagang pasar divaksinasi, saat ini juga sementara dihubungi adalah toko-toko, seperti toko bangunan dan lainya para pelayannya juga harus divaksin.

“Kemungkinan nanti kita akan menyurat kepada sejumlah pemilik toko, untuk meminta data para pegawainya yang akan divaksin, sehingga kita bisa tindaklanjut melalui kesehatan,” ujarnya. (**)

Ayo tulis komentar cerdas