ILUSTRASI - Tabung gas elpiji. (Foto: Dok. Metrosulawesi)

Tolitoli,Metrosulawesi.id – Seorang ibu rumah tangga, Sumarni ( 36), warga Kelurahan Baru Tolitoli mengungkapkan, kesulitan mendapatkan tabung gas LPG isi 3 kilogram.

Dikatakan, kalaupun tersedia di pangkalan, namun tidak serta merta langsung dilayani oleh pangkalan. Akan tetapi harus mengantre dan membutuhkan waktu lama untuk mendapat giliran.

Alhasil merasa jenuh mengantre di pangkalan, diapun beralih mencari solusi lain dengan maksud membeli tabung gas ke pengecer di kios.

Menurutnya memang mudah untuk mendapat dan membeli tabung gas yang dijual di kios. Namun penjual tabung gas bersubsidi mematok harga mulai dari Rp 38 ribu hingga Rp 40 ribu per tabung.

Dia mengaku kaget mengapa harga jual harga eceran tertinggi (HET) di pangkalan sangat jauh berbeda dengan harga yang dijual pengecer di kios atau warung sangat melambung tinggi.

“Kalau selisih harga jual tabung di pangkalan dan kios selisih harganya sedikit, tidak masalah, namun ini selisih harga jualnya cukup jauh, namun apa mau dikata. Meskipun mahal dengan harga Rp 40 ribu terpaksa saya beli karena memang saya sedang butuh,” ungkapnya kepada wartawan, Selasa (18/5/2021).

Dia berharap instansi terkait harus lebih intens melakukan operasi untuk memantau harga jual tabung gas elpigi bersubsidi 3Kg dan tidak hanya melakukan razia di pangkalan saja akan tetapi penjual tabung sampai di tingkat pengecer juga harus dirazia. Sementara itu Kadis Pedagangan Tolitoli YustiyantoBantilan kepada wartawan mengatakan pihaknya bersama Pol PP berjanji akan melakukan tindakan tegas dengan melakukan penyitaan barang terhadap pedagang yang kedapatan sengaja menjual harga tabung gas 3Kg di atas harga yang sewajarnya.

Reporter: Aco Amir
Editor: Syamsu Rizal

Ayo tulis komentar cerdas