Home Morowali

Morowali Terapkan Perizinan Terintegrasi

Yusman Mahbub. (Foto: Istimewa)
  • Kejar Target Investasi Rp31 Triliun

Morowali, Metrosulawesi.id – Kepala Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPM-PTSP) daerah Kabupaten Morowali, Yusman Mahbub menilai, bahwa secara teknis untuk percepatan pelayanan perizinan, DPM PTSP Morowali sudah perlu melakukan pembenahan.

“Tujuan pembenahan itu agar kita bisa mendapatkan ruang pelayanan perizinan yang cepat, tepat serta mudah terjangkau,” tutur Yusman Mahbub ke sejumlah wartawan di Bungku, Senin 7 Mei 2021.

Dari pembenahan itu berbagai terobosan sudah mulai dilakukan oleh DPM-PTSP Morowali. Salah satunya memperbaiki sistem itu sendiri, dengan mengintegrasikan sistem keberbagai Organisasi Perangkat Daerah (OPD) teknis Pemkab Morowali.

“Selain ke OPD, termasuk mengintegrasikan kepihak Perpajakan dan BPJS Ketenagakerjaan,” sebutnya.

Dia mengatakan ada bagian penting yang perlu mendapatkan perbaikan yakni soal manegemen, infrastruktur sarana prasana serta Sumber Daya Manusia (SDM). Hal inilah yang harus terpenuhi lebih dulu.

“Bila mau jujur ya, di saat saya menjadi Kadis PTSP sayapun melihat memang banyak hal yang harus di rubah. Bahkan begitu saya masuk, saya memang  kekurangan dokumen atau data. Disinilah  bapak Bupati meminta ke saya untuk melakukan perbaikan,” urainya.

Dia mengatakan bahwa terobosan yang akan dilakukan, juga menjadi bagian untuk pemenuhan syarat sebagai Dinas PTSP sesuai standar perizinan, yang langsung di evaluasi oleh KPK dan BPK RI.

“Kemarin nilai PTSP Morowali ini sangat rendah. Tapi allhamdulillah, setelah saya disini semua yang jadi catatan termasuk yang dari KPK dan BPK RI, sesuai standar perizinan. Artinya pelan-pelan sudah terbenahi,” katanya.

Dijelaskannya, bahwa sekarang ini DPM- PTSP Morowali masih sementara dinilai oleh Kementerian Investasi yang dulu BKPM pusat. Penilaian yang dimaksud apakah PTSP sudah melaksanakan tugas sesuai standar peraturan pemerintah undang-undang cipta kerja PP Nomor 5 dan nomor 6 tentang pelayanan perizinan.

“Sebab jika tidak terpenuhi, bisa saja Pemda Morowali akan mendapat teguran dari pemerintah pusat. DPM- PTSP dan staf serta OPD terkait berkomitmen mendukung langkah ini. Jangan lagi ada izin terbit sendiri-sendiri oleh OPD terkait. Semua harus melalui pelayanan terintegrasi,” tegasnya.

Dijelaskannya, bahwa dari sisi investasi target total 800 triliun, Sulawesi Tengah ditargetkan 37 triliun. Dibagi di semua Kabupaten, Morowali dapat target 31 triliun. Tahun 2020 Morowali bisa mencapai 24 triliun. Hasil itu melebihi target yang diberikan.

“Dari hasil melebihi itulah, akhirnya Morowali juara 1 dibidang investasi,” ungkapnya.

Diakuinya, dalam waktu dekat, pihak DPM-PTSP Morowali akan segara melakukan koordinasi ke Perpajakan dan dan BPJS Ketenagakerjaan Morowali. Upaya ini dilakukan guna menyatukan persepsi dan di integrasikan pelayanan.

“Ke depan seluruh OPD sudah akan terintegrasi,” imbuhnya.

Reporter: Murad Mangge
Editor: Syamsu Rizal

Ayo tulis komentar cerdas