Home Palu

Irwan: Kinerja Wali Kota Masih Biasa-biasa

Irwan Waris. (Foto: Metrosulawesi/ Michael Simanjuntak)
  • Jelang 100 Hari Kepemimpinan Hadianto-Reny

Palu, Metrosulawesi.id – Wali Kota dan Wakil Wali Kota, Hadianto Rasyid-Reny Lamadjido pada awal Juni mendatang, 100 hari memimpin Kota Palu, ibu kota Provinsi Sulawesi Tengah. Akademisi Universitas Tadulako, Dr Irwan Waris M.Si, menilai jelang 100 masa kepemimpinan tersebut, kinerja Wali Kota Palu masih biasa-biasa.

“Besar harapan kita sama pak Hadianto karena saya melihat belum ada kecenderungan, masih biasa-biasa saja, seperti sebelumnya,” ucap Irwan, Rabu, 19 Mei 2021.

Menurutnya, saat ini masyarakat membutuhkan kerja wali kota dan wakilnya yang bersentuhan langsung kepada masyarakat. Irwan mencontohkan penanganan pascabencana mencakup pembangunan Huntap dan perbaikan jalan serta pengendalian virus corona (Covid-19) di Kota Palu.

Itu karena sebagian masyarakat korban bencana sampai saat ini masih berada di hunian-hunian sementara. Hal ini menjadi ironi sebab sudah hampir tiga tahun pasca-gempa bumi, tsunami dan likuifaksi melanda Kota Palu.

Dipahami, kewenangan untuk penyelesaian pembangunan Hunian Tetap (Huntap) tidak di tangan wali kota, namun bukan berarti tutup mata melihat sebagian rakyatnya yang masih didera pilu.

“Banyak rakyat yang masih berada di Huntara. Saya lihat di belakang Polda menuju Gong Perdamaian belum ada pergerakan. Saya kira wali kota berperan meminta atau mendorong agar pemerintah pusat merealisasikan pembangunan Huntap,” ujar Dosen FISIP Untad itu.

Irwan juga melihat di beberapa tempat perbaikan jalan yang rusak akibat gempa belum tersentuh. Padahal perbaikan jalan salah satu kebijakan yang harusnya dilakukan karena bersentuhan langsung dengan kepentingan masyarakat.

“Yang di pinggir Pantai Talise misalnya, kenapa tidak diperbaiki agar tidak tampak sesuatu yang horor di situ, terutama kalau malam. Jalan itu dipakai sekarang, tapi saya melihat Pemda yang sekarang ini tidak memandang itu sesuatu yang penting diperbaiki,” ungkap Irwan.

Dia juga menyoroti komitmen wali kota dalam penanganan Covid-19 yang belum konsisten. Itu karena masih terdapat banyak pemandangan di berbagai tempat pengabaian protokol kesehatan pencegahan virus corona di wilayah kepemimpinan Hadianto-Reny.

Olehnya Irwan mengharapkan Wali Kota Hadianto tak harus melakukan banyak hal, cukup fokus ke beberapa program prioritas untuk kepentingan masyarakat. Yang sangat penting dimasukkan dalam program prioritas salah satunya penataan kota.

“Jangan semua mau dikerja, harus fokus, dan kehidupan rutin masyarakat harus terjamin,” harap Irwan.

Irwan menambahkan salah satu yang perlu dievaluasi wali kota langkah melakukan sidak-sidak. Sidak sesuai tujuannya disadari memang sesuatu yang baik untuk mencari tahu jalannya administrasi pemerintahan. Namun untuk ukuran seorang wali kota hendaknya melakukan hal yang lebih penting untuk dilihat masyarakat. Terlebih mengingat masa kepemimpinan Hadianto-Reny cukup singkat, hanya sekitar tiga tahun delapan bulan.

“Yang rakyat tuntut sekarang pak wali kota memperlihatkan dirinya bekerja. Tapi tentunya kalau untuk melihat hasil kerja pak wali belum karena masih terlalu dini,” pungkas Irwan.

Sidak Kantor

Sejak dilantik beberapa waktu lalu, Hadianto sering melakukan sidak ke sejumlah kantor. Yang terakhir sidak ke kantor Kelurahan Kabonena, Kecamatan Ulujadi pada pukul 07.10 Wita, Selasa 18 Mei 2021 lalu. Hadianto kecewa karena saat itu kantor kelurahan masih tutup.

Seminggu sebelumnya pada Kamis 6 Mei 2021, Hadianto juga melakukan sidak ke sekretariat DPRD Kota Palu. Di sana dia hanya mendapati sedikit pegawai. Dia pun kemudian memberikan pengarahan kepada pegawai itu di depan kantor DPRD.

Sidak kantor sudah menjadi hal yang rutin dilakukan Hadianto. Sebelum Kelurahan Kabonena, dia juga sudah menyidak kantor Kelurahan Besusu Barat. Saat itu kantor Kelurahan Besusu Barat itu juga belum dibuka pada waktu sudah menunjukkan pukul 07.15 Wita. Videonya sidak wali kota Palu itu sempat viral di media sosial.

Reporter: Michael Simanjuntak
Editor: Udin Salim

Ayo tulis komentar cerdas