Home Ekonomi

Warga Palu Olah Bunga Telang Bernilai Ekonomi

FOTO BERSAMA - Kepala Dinas Koperasi UKM Provinsi Sulteng, Eda Nur Ely (enam dari kanan) didampingi jajaran, dan Kepala Dinas KIPS Provinsi Sulteng, Farida Lamarauna (tengah) foto bersama Budiman (lima dari kiri) usai memperkenalkan produk olahan bunga Telang, Selasa, 18 Mei 2021. (Foto: Metrosulawesi/ Michael Simanjuntak)
  • Berkah di Tengah Pandemi Covid-19

Pandemi virus corona (Covid-19) bagi sebagian pihak menjadi malapetaka yang membuat banyak orang kehilangan mata pencaharian. Namun ada sekelompok warga di Palu, Sulawesi Tengah, mendapat berkah di tengah pandemi dengan berhasil mengolah bunga Telang menjadi bernilai ekonomi.

Laporan: Michael Simanjuntak

ADALAH Budiman, yang pertama kali mengolah bunga Telang bersama istri dan sekelompok warga di Kota Palu. Budiman berujar pertama kali menemukan bunga Telang secara tidak sengaja di lahan pertanian di wilayah Vatutela, Keluharan Tondo, Palu, pada pandemi virus corona tahun 2020.

“Bunga Telang secara tidak sengaja kami temukan saat menanam jagung dan ubi di atas gunung. Selama menanan jagung dan ubi tapi tidak berhasil, rupanya kita pangkas ini bunga Telang. Nanti pas muncul bunganya cantik sekali, maitua (istri) lihat di aplikasi muncul khasiatnya, salah satunya mengobati orang yang selalu linglung,” ujar Budiman saat ditemui memperkenalkan berbagai produk olahan bunga Telang di Dinas Koperasi, Usaha Kecil dan Menengah (UKM) Provinsi Sulteng Jalan Kartini Palu disaksikan Eda Nur Ely selaku kepala dinas dan Farida Lamarauna, Kepala Dinas Komunikasi, Informatika, Persandian dan Statistik (KIPS) Provinsi Sulteng, Selasa, 18 Mei 2021.

“Ibu (istri) kemudian bawa satu puntung bunga Telang ke kantornya untuk staf yang sudah satu tahun tidak masuk kantor karena sering cemas. Pas disuruh minum ternyata langsung sehat. Sejak itulah kami mengolah bunga Telang,” tambah Budiman.

Bunga Telang yang kelopaknya berwarna biru terang dengan semburat putih di tengahnya disebut kaya akan manfaat, khususnya untuk kesehatan karena mengandung senyawa fenol, delphirridin, triglucoside, alkaloid, flavonoid, saponin, sulfur, dan masih banyak lagi. Apabila dikonsumsi secara rutin, buga Telang dapat mengatasi berbagai penyakit seperti diabates, kulit, mata, dan menyehatkan jantung, termasuk untuk menjaga imun tubuh saat pandemi Covid-19.

Dengan berbagai khasiat itu, Budiman bersama warga mengolah bunga Telang menjadi berbagai produk yang dipasarkan kepada masayarakat. Produk olahan dimaksud diantaranya teh, minuman kemasan botol, bakso, puding, dadar gulung, bunga Telang kering dan lainnya.

Pemasaran olahan produk bunga Telang dikelola oleh UKM Mitra Edukasi sebagai anggota Koperasi Puspa Jaya Mandiri berlamat di Jalan Wisata Gong Perdamaian Palu. Pembinaanya dilakukan oleh Dinas Koperasi UKM Provinsi Sulteng. UKM Mitra Edukasi juga menyediakan bibit dan tanaman bunga Telang dengan harga yang telah ditentukan. Selain itu, UKM Mitra Edukasi menyediakan olahan produk daun kelor yang telah mendunia.

Budiman menyebut pihaknya juga menampung penjualan bunga Telang dari masyarakat. Perkilonya, bunga Telang basah dihargai Rp50 ribu. Saat ini, sebagian warga Vatutela dan Tondo telah membudidayakan tanaman bunga Telang.

“Jadi kami juga membantu ekonomi masyarakat di atas (Vatutela dan Tondo). Ada yang membawa dua kilo sehari, ada juga yang tiga kilo. Lumayan untuk menambah penghasilan masyarakat saat pandemi ini,” ucap Budiman.

Dia mengatakan UKM Mitra Edukasi akan terus berinovasi untuk mengembangkan olahan bunga Telang. Semua kegiatan dan proses olahan dilakukan tetap mempedomani penerapan protokol kesehatan pencegahan Covid-19.

“Kami juga sangat berterimakasih mendapat suport penuh dari Dinas Koperasi dan Usaha Kecil dan Menegah Provinsi Sulteng,” tandas Budiman.

Sementara itu, Kepala Dinas Koperasi UKM Provinsi Sulteng, Eda Nur Ely, mengungkapkan apresiasi kepada Budiman dan UKM Mitra Edukasi yang berhasil mengolah bunga Telang menjadi bernilai ekonomi di tengah pandemi saat ini.

“Sangat kita apresiasi karena yang kita tahu selama ini hanya kelor, tapi ternyata ada juga yang namanya bunga Telang di Sulteng. Bunga Telang banyak terdapat di Sulawesi Tengah,” ungkap Eda.

Eda menuturkan akan terus berkontribusi mendukung usaha-usaha kecil dan menengah yang digeluti masyarakat, salah satunya UKM Mitra Edukasi. Mantan Kepala BPKAD Provinsi Sulteng itu juga mengapresiasi pemasaran olahan produk bunga Telang telah di bawah naungan unit koperasi.

“Dengan adanya koperasi akan memudahkan urusan, termasuk untuk dukungan pembiayaan,” tutur Eda.

Diharapkannya bunga Telang bisa dibudidayakan secara masif untuk meningkatkan ekonomi masyarakat di tengah pandemi Covid-19. Kepala Dinas KIPS, Farida turut menyampaikan suport untuk pemasaran produk olahan bunga Telang.

“Tentu kita harapkan sosialisasi yang sangat masif untuk mengenalkan bunga Telang kepada masyarakat. Kita harapkan juga komitmen semua agar produk bunga Telang bisa dikenal secara luas untuk membantu ekonomi masyarakat. Kami di Dinas Kominfo akan mendukung agar bunga Telang bisa mendunia seperti Kelor,” tandas Farida yang dalam kesempatan tersebut juga langsung membeli satu tanaman bunga Telang sebagai bentuk kontribusi nyata. (*)

Ayo tulis komentar cerdas