Home Poso

Tiga Anak di Poso Diserang DBD

Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Poso, dr Taufan Karwur. (Foto: Metrosulawesi/ Saiful Sulayapi)
  • Dinkes Poso Langsung Lakukan Fogging

Poso, Metrosulawesi.id – Meski  belum ada kejadian luar biasa (KLB), namun serangan penyakit demam berdarah dengue (DBD) di Kabupaten Poso  perlu diwaspadai. Pasalnya sejak pekan kemarin, tiga warga di Kelurahan Lawanga Kecamatan Poso Kota Utara terserang penyakit berbahaya tersebut.

Ardiyanto Usman SH, Lurah Lawanga kepada media ini, Selasa 18 Mei 2021 membenarkan kalau tiga orang warganya yakni anak-anak terserang DBD sehingga terpaksa harus dirawat di RSUD Poso.

“Melihat sudah ada korban hingga akhirnya kami melaporkan ke Puskesmas dan Dinkes untuk segera diantisipasi dengan cara segera dilakukan penyemprotan, kami menghimbau warga senantiasa menjaga kebersihan lingkungan,” ujar Ardiyanto Usman.

Ditemui di ruang kerjanya, Kepala Dinas Kesehatan Poso dr Napoleon Taufan Karwur mengatakan, untuk mengantisipasi dan mengendalikan serangan penyakit DBD, Dinas Kesehatan Poso  selalu bergerak cepat dengan melakukan penyemprotan (fogging), jika ada warga yang positif terserang penyakit tersebut.

Dirinya menjelaskan, DBD merupakan salah satu jenis penyakit yang cukup berbahaya. Pasalnya selain mudah sekali menular melalui gigitan nyamuk aedes aegypty, penyakit itu juga bisa mematikan jika tak ditangani secara serius.

Dia mengatakan jika dilihat dari perkembangan penyakit dimaksud selama beberapa bulan terakhir, memang belum mengkhawatirkan.

Namun, demikian pihaknya tetap tak mau ambil risiko. Sebab penularan penyakit DBD tersebut susah terdeteksi, dimana nyamuk penular yaitu aedes aegypty bisa muncul kapan saja dan dimana saja sepanjang hari.

“Karena itulah maka setiap mendapatkan laporan adanya warga yang positif terserang penyakit DBD, maka Dinas Kesehatan Poso  melalui Bidang Pencegahan dan Pemberantasan Penyakit (P2P) langsung turun ke lapangan melakukan fogging (penyemprotan) di lokasi warga yang terserang DBD maupun di sekitarnya,” kata dia.

Selain itu juga, warga diharapkan selalu giat melaksanakan kegiatan 3M plus yaitu menguras, menutup dan mengubur benda-benda yang memungkinkan bisa menjadi sarang nyamuk. Kemudian tambahan lagi atau plus dari 3M itu adalah, masing-masing warga berupaya memproteksi diri agar terhindar dari gigitan nyamuk aedes aegypty dengan menggunakan obat nyamuk atau cream pencegah gigitan nyamuk.

Reporter: Saiful Sulayapi
Editor: Syamsu Rizal

Ayo tulis komentar cerdas