Home Palu

Kriteria Penerima Bonus Disusun di Perwali

Ansyar Sutiadi. (Foto: Metrosulawesi/ Moh Fadel)
  • Peningkatan Sapras Dilaksanakan Tahun Ini

Palu, Metrosulawesi.id – Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kota Palu, Ansyar Sutiadi mengungkapkan, ada beberapa program kerja Wali Kota Palu, Hadianto Rasyid di bidang pendidikan.

“Pertama adalah percepatan peningkatan kualitas sekolah. Kedua, pemberian reward atau bonus kepada sekolah terbaik sebesar Rp 2 miliar, baik itu untuk jenjang SD maupun SMP,” kata Ansyar, saat dihubungi Metro Sulawesi melalui ponsel, Selasa, 18 Mei 2021.

“Ketiga, adalah magang kepala sekolah, dan keempat pengadaan angkutan Bus kepada peserta didik yang akan pergi ke sekolah,” ungkapnya lagi.

Menurut Ansyar, program-program kerja Wali Kota dan Wakil Wali Kota Palu tersebut saat ini masih sementara disiapkan oleh Disdikbud Palu.

“Program ini ada yang terealisasikan di 2021 ada juga yang di 2022 serta seterusnya. Untuk di tahun ini yang akan teralisasi adalah peningkatan kualitas sarana prasarana (sapras) melalui Dana Alokasi Khusus (DAK), serta program dana BOS,” ujarnya.

Ansyar mengatakan, peningkatan kualitas persamaan sarana prasarana sekolah serta SDM akan teralisasikan.

“Untuk reward Rp2 miliar ini Pak Wali Kota telah masuk dalam programnya, akan diberikan bonus kepada tiga sekolah terbaik, untuk juara I mendapatkan Rp1 miliar, juara II Rp 600 juta, juara III Rp400 juta,” jelasnya.

Kata Ansyar, kriteria sekolah penerima reward tersebut dalam waktu dekat ini akan disusun, mungkin dalam bentuk Peraturan Wali Kota (Perwali) yang akan menjadi pedoman sekolah.

“Yang pasti ada Tim Penilai dan semua itu akan diatur dalam Perwali,” ungkapnya.

Sementara itu Ansyar juga menyingung soal mekanisme Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB). Menurutnya saat ini konsep PPDB sudah berada di bagian hukum kantor Wali Kota Palu untuk dikoreksi, setelah itu akan diberikan ke Wali Kota Palu.

“Jika sudah di ruangan Wali Kota kita akan ketahui apakah konsep yang kita ajukan mendapat koreksi atau sudah bisa kita laksanakan pada saatnya nanti,” katanya.

Ansyar mengatakan, sistem zonasi masih tetap diberlakukan, karena ada aturan yang dicantumkan dalam Permendikbud.

“Namun konsep zonasi ini masih kita konsultasikan, apakah Pak Wali Kota berkenan atau memberikan masukan terhadap konsep yang kami buat,” ujarnya.

Reporter: Moh. Fadel
Editor: Yusuf Bj

Ayo tulis komentar cerdas