Home Palu

Wagub: Beri Sanksi ASN Yang Tak Pakai Masker

HALAL BIHALAL - Para ASN menyalami Gubernur Longki Djanggola (kiri) usai apel bulanan di kantor gubernur Sulteng, Senin 17 Mei 2021. (Foto: Ist/ Biro Adm. Pimpinan)
  • Hari Pertama Masuk Kantor di Lingkup Pemprov Sulteng

Ratusan ASN (aparat sipil negara) di lingkup Pemprov Sulteng mengawali aktivitasnya dengan apel bulanan di kantor gubernur, Senin 17 Mei 2021. Apel itu dilakukan dengan protokol kesehatan (prokes) ketat—mencuci tangan, menjaga jarak dan memakai masker.

SELAMA pandemi Covid-19, apel bulanan memang sudah hampir tak dilakukan. Dalam beberapa kesempatan, ketika kasus Covid meningkat, para ASN terpaksa harus menyelesaikan pekerjaan kantor dari rumah (work from home). Sebagian dilakukan dengan sistem shift.

“Pelaksanaan upacara bulanan lingkup Pemerintah Provinsi Sulawesi Tengah dilaksanakan secara terbatas. Upacara bulanan katanya, kembali dilaksanakan dengan pertimbangan telah dilaksanakannya pemberian vaksinasi kepada ASN,” kata Gubernur Sulteng, Longki Djanggola saat memimpin apel bulanan itu.

Upacara tanggal 17 bulan berjalan menurut gubernur sebagai sarana menanamkan kedisiplinan, profesionalisme dan corsa di antara ASN, sekaligus silaturahmi dan penerapan kedisiplinan.

Gubernur meminta kepada para kepala dinas, badan dan biro serta pejabat ASN dan pengawas agar mengecek dan mengevaluasi kehadiran ASN serta tenaga honorer pascalibur panjang.

“Saya telah menerbitkan edaran yang secara tegas tidak memperbolehkan ASN untuk melakukan mudik dan mengambil cuti tahunan selama periode 6 sampai 17 Mei. Olehnya saya ingatkan kembali, apabila saat pengecekan kehadiran didapat ada pegawai yang terbukti melanggar, maka diminta untuk ditindak dan dijatuhi sanksi sesuai aturan kepegawaian,” tegas gubernur.

Gubernur berkeyakinan para ASN provinsi dapat memahami dan menaati aturan dimaksud sebagai upaya mencegah penyebaran covid-19 pasca liburan.

“Saya menyampaikan terima kasih dan apresiasi kepada ASN yang disiplin hadir tepat waktu setelah libur lebaran,” ujar gubernur.

Usai mengikuti apel bulanan, Wakil Gubernur, H Rusli Dg Palabbi langsung bergegas melakukan sidak. Hari itu orang kedua di Pemprov Sulteng itu menyidak 12 OPD (Organisasi Perangkat Daerah) di lingkup Pemprov. Dia tidak sendiri. Dia didampingi Kasat Pol. PP, Mohamad Nadir, Pejabat BKD, Pejabat Biro Administrasi Pimpinan dan Pejabat Rumah Tangga Wakil Gubernur.

Ke-12 OPD yang mendapat kunjungan mendadak wagub itu antara lain: Sekretariat DPRD, Dinas ESDM, Dinas Lingkungan Hidup, Dinas Perikanan dan Kelautan, BKD, RS Undata Palu, Dinas Pemuda dan Olah Raga, Badan Pengembangan SDM, Dinas Kehutanan, BPBD, Dinas Penanaman Modal dan PTSP dan Dinas Nakertrans Sulteng.

Dari sidak itu, Wagub masih menemukan sejumlah ASN yang tidak taat prokes. Antara lain tidak mengenakan masker.

“Bagi mereka yang tidak memakai masker perlu dipanggil dan menyampaikan alasannya, sehingga tidak pakai masker, karena selaku ASN harus memberikan contoh. Kemudian bagi mereka yang tetap mengabaikan harus diberikan sanksi,” kata Wagub.

Menyangkut soal kedisiplinan, Juru Bicara Satgas Penanganan Covid-i9 Sulteng, dr Jumriani Yunus sudah sering kali mengingatkan agar semua masyarakat, baik mereka yang bertatus PNS maupun tidak, untuk tetap taat protokol kesehatan, salah satunya mengenakan masker.

“Kami tetap mengimbau untuk tetap mengenakan masker, mencuci tangan, menjaga jarak dan menjauhi kerumunan,” kata Jumriani.

Terkait dengan penanganan Covid di Sulteng, Jumriani mengatakan, jumlah pasien yang sembuh dari Covid terus bertambah. Hingga Sabtu katanya, pasien Covid berhasil disembuhkan di Sulteng sudah mencapai 11.798 orang.

“Pasien yang sembuh dari Covid-19 pada Sabtu 15 Mei 2021 bertambah sebanyak 20 orang, sehingga total yang sembuh sebanyak 11.798 orang,” katanya.

Ke-20 pasien yang sembuh itu kata Jumriani berasal dari tiga kabupaten. Yakni: Kabupaten Poso 12, sedangkan Sigi dan Banggai masing-masing empat orang.

Secara nasional hingga Senin 17 Mei 2021, angka kasus positif Covid di Sulteng termasuk mengalami trend kenaikan. Sulteng termasuk 15 provinsi yang kasus Covidnya termasuk katagori merah.

Data dari Pusdatina Sulteng menunjukkan angka positif Covid pada Senibn 17 Mei 2021 bertambah sebanyak 14 kasus. Kasus terbanyak berasal dari Kabupaten Parigi Moutong sebanyak 10 kasus. (udin salim)

Ayo tulis komentar cerdas