Gubernur Sulawesi Tengah Drs. H. Longki Djanggola, M.Si, Wakil Gubernur Dr. H. Rusli Dg. Pallabi, SH, MH bersama Forkopimda dan pejabat terkait menyimak pengarahan virtual presiden dari ruang polibu, kantor gubernur, Senin 17 Mei 2021. (Foto: Istimewa)
  • Presiden Apresiasi Pertumbuhan Ekonomi Sulteng

Palu, Metrosulawesi.id – Presiden Joko Widodo mewanti para gubernur, termasuk Gubernur Sulteng Longki Djanggola agar mewaspadai potensi lonjakan kasus Covid-19 pascalibur hari raya.

“Hati-hati, hati-hati, hati-hati,” ujarnya mengulang sampai tiga kali saat memberikan pengarahan virtual dari Istana Negara, Senin 17 Mei 2021.

Turut mendampingi Presiden, Wakil Presiden KH Ma’ruf Amin, Mendagri Moh. Tito Karnavian, Menko Perekonomian Airlangga Hartarto dan Menkes Budi Gunadi Sadikin.

Sementara Gubernur Sulawesi Tengah Drs. H. Longki Djanggola, M.Si, Wakil Gubernur Dr. H. Rusli Dg. Pallabi, SH, MH bersama Forkopimda dan pejabat terkait menyimak pengarahan virtual presiden dari ruang polibu, kantor gubernur.

Kepala negara mengatakan walau pemerintah telah melarang mudik, tapi ternyata masih ada 1,4 juta pemudik yang lolos dari penyekatan petugas.

Presiden lalu mengkhawatirkan kondisi ini dapat memicu lonjakan kasus aktif pascalibur hari raya. Padahal, kasus aktif terus menurun dari puncaknya pada 5 Februari lalu, sebanyak 176.000 ke 90.800 atau mengalami penurunan 48 persen.

“Ini yang harus kita tekan agar semakin turun, semakin turun, (dan) ini yang butuh konsistensi,” tegasnya.

Lebih lanjut dalam pantauan presiden, ada 15 provinsi yang mengalami tren kenaikan, di antaranya Sulawesi Tengah.

Ia pun meminta kepala daerah, khususnya yang masuk dalam daftar agar berupaya mengendalikan kasus aktif di wilayahnya.

Terlepas dari itu, Presiden Joko Widodo juga menyampaikan apresiasi kepada 10 provinsi yang ekonominya tumbuh positif pada kuartal I 2021, termasuk Sulawesi Tengah sebesar 6,26 persen.

“Injak gas dan remnya harus pas. Sisi ekonomi baik, sisi Covid-nya (juga) harus dikendalikan betul. Kalau dua-duanya bisa dikelola dengan manajemen yang ketat, (pasti) baik-baik saja tapi kalau tidak, (harus) hati-hati,” pesan presiden agar pemulihan ekonomi dan pengendalian Covid-19 dikerjakan beriringan.

Terpisah, Menteri Kesehatan (Menkes) Budi Gunadi Sadikin menjelaskan bahwa guna menghadapi kemungkinan terjadinya lonjakan kasus Covid-19 setelah libur Lebaran, Kementerian Kesehatan sudah mendata jumlah tempat tidur di fasilitas isolasi dan unit perawatan intensif rumah sakit.

“Total tempat tidur isolasi Covid-19 tersedia secara nasional adalah 70 ribu tempat tidur dengan jumlah keterisian saat ini adalah 20 ribu, jadi masih ada cadangan sebanyak 50 ribu atau 250 persen,” katanya.

Ia menambahkan, tempat tidur yang tersedia di unit perawatan intensif untuk Covid-19 di seluruh Indonesia sebanyak 7.500 unit dan yang terisi 2.500 unit.

“Jadi masih punya kapasitas sekitar 200 persen dari tingkat keterisian. Mudah-mudahan pasca Lebaran kenaikan tidak tinggi sehingga cadangan tempat tidur tidak usah dipakai,” katanya.

Kementerian Kesehatan juga sudah menyiapkan cadangan obat dan tenaga kesehatan untuk menghadapi kemungkinan terjadi lonjakan kasus penularan Covid-19.

“Kami harap tidak terjadi dan kalau terjadi tidak tinggi-tinggi amat,” demikian Budi Gunadi Sadikin.

Reporter: Udin Salim

Ayo tulis komentar cerdas