Home Palu

Delapan Guru SMP Bakal Disanksi

FOTO BERSAMA - Kabid Pembinaan SMP Disdikbud Palu, Ambotuwo, saat menerima absen kehadiran dari Kepala SMPN 1 Palu, Farida Batjo, di sekolahnya, Senin, 17 Mei 2021. (Foto: Istimewa)

Palu, Metrosulawesi.id – Kepala Bidang Pembinaan SMP, Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kota Palu, Ambotuwo, melakukan Inspeksi Mendadak (Sidak) di beberapa sekolah diantaranya SMP Negeri 1 Palu dan SMPN 2 Palu.

“Dari beberapa sekolah yang saya kunjungi, ternyata ada beberapa guru tidak hadir, atau dianggap alpa. Olehnya itu ini menjadi bahan evaluasi kita untuk di laporkan ke bagian kepagawaian BKD, sebab sesuai edaran Wali Kota Palu, pada 17 Mei 2021 merupakan masuk perdana ASN pascalebaran,” kata Ambotuwo, melalui ponselnya, Senin, 17 Mei 2021.

Ambotuwo mengaku, saat dilakukannya Sidak di SMPN 1 Palu ada sekitar enam orang yang tidak hadir. Sementara sidak di SMPN 2 Palu, dari lima staf tata usaha hanya satu hadir dan satu sakit, bahkan guru di sekolah tersebut ada tiga yang tidak hadir, sehingga kurang lebih 8 yang alpa.

“Saya turun tadi (kemarin-red) juga mengambil absen hadir, dalam kunjungan itu saya juga menyampaikan edaran Perwali Nomor 8 Tahun 2021, tentang ASN baik itu guru dan lainnya yang tidak hadir akan dipotong tunjangan pokoknya (TP) 25 persen, kemudian yang honor tidak hadir dipotong 50 persen,” jelasnya.

Olehnya itu kata Ambotuwo, bagi yang gajinya misalnya Rp1 juta, berarti Rp250 ribu potongannya, maka kehadiran itu sangat dituntut.

“Ada juga kami temukan guru yang sakit ini kami maklumi, tetapi bagi yang alpa itu akan diberikan sanksi sesuai aturan yang berlaku. Absen yang saya ambil saya sudah serahkan ke kepagawaian, nanti dari mereka yang rekap baru diteruskan ke BKD,” ujarnya.

Ambotuwo mengimbau, bagi guru ASN dan honorer agar mematuhi aturan untuk tidak mudik dan menambah libur, sebab dalam aturan 17 Mei pegawai itu harus aktif kembali melaksanakan tugasnya.

“Meskipun para peserta didik masih belajar dari rumah secara daring, kehadiran guru sangat di perlukan di sekolah dalam melayani masyarakat, karena guru ini ASN juga, ” ungkpanya.

Sementara itu, setelah melalui beberapa tahapan seleksi yang dilaksanakan oleh Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbu) RI melalui Program Sekolah Penggerak (PSP), sebanyak enam Kepala SD di Kota Palu ditetapkan lulus sebagai Kepala Sekolah Penggerak.  

Sementara itu, enam kepala sekolah (kepsek) penggerak itu adalah, Ni Nyoman Suhermi Kepala SDN 1 Tatura, Dadang Rahman Shidieq Kepala SDN Poboya, Sunarti Kepala SDN 21 Palu, Engelin Tumetel Kepala SDN 6 Palu, Hironimus Kepala SDN Inpres Silae, dan Rosmayanti Kepala SD Islam Khalifah Palu.

Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kota Palu, Ansyar Sutiadi mengatakan, belum lama ini dirinya mengikuti Rapat Pleno Penetapan Kepsek Penggerak.

“Alhamdulillah enam kepsek ini berhasil melalui seleksi yang begitu ketat. Kami berharap mereka dapat mengakselerasi peningkatan mutu sekolah,” Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kota Palu kata Ansyar, melalui ponselnya, belum lama ini.

Ansyar mengaku telah menyampaikan beberapa saran kepada Kemendikbud RI secara virtual, di antaranya adalah seleksi program penggerak ini perlu dievaluasi ke depannya.

“Kami meminta agar pemerintah daerah dalam hal ini Disdikbud lebih awal dilibatkan. Sehingga kita bisa mendapatkan kepsek yang betul-betul memiliki kompetensi, diantaranya kepribadian, manajerial, sosial, kewirausahaan, dan lainnya,” ujarnya.

Kata Ansyar, yang lulus program penggerak ini, sekolahnya akan mendapatkan fasilitas sumber daya dalam mengakselerasi peningkatan mutu sekolah.

“Dimulai program penggerak ini pada Tahun Ajaran Baru 2021, sekitar Juli, namun sebelum bulan itu sudah akan ada program-programnya. Nantinya banyak program baru dan fasilitas yang akan didapatkan oleh sekolah itu,” ungkapnya.

Ansyar mengatakan, sekolah-sekolah yang lulus program penggerak akan langsung dapat fasilitas dari Kemendikbud RI untuk peningkatan mutu pendidikannya. Jadi tujuannya adalah untuk mengakselerasi atau percepatan.

Reporter: Moh. Fadel
Editor: Yusuf Bj

Ayo tulis komentar cerdas