Home Artikel / Opini

Ma’ruf Amin: Tengku Orang Baik

ANDAIKAN mau hidup tenang dengan dakwah religius Islam yang sejuk, bagi Ustaz Tengku Zulkarnain sangatlah mudah. Namun pendakwah berwawasan luas dan intelektual ini menolak zona nyaman itu. Dia lebih merasa bahagia dan bermanfaat dengan ramuan dakwah yang mendengungkan ketidakbenaran roda pemerintahan dan tingkah laku para pejabatnya, setidaknya dalam versinya.

Lantaran itu jangan heran bila objek dakwahnya dibatasi oleh rezim yang mendapat giliran berkuasa. Dia dimusuhi karena dianggap sebagai lawan oleh kekuasaan. Bukan mitra yang memperkuat kekuasaan, tapi merongrong kekuasaan. Kira-kira begitu.

Dulu–sebelum mendapatkan cap oposan–sejumlah BUMN (Badan Usaha Milik Negara) menjadi langganan dakwahnya, namun kini semua itu telah dipreteli satu persatu. Hilang lenyap. Tak satu pun lembaga di bawah naungan negara yang berani lagi mengundangnya untuk berdakwah. Takutkah Ustaz Tengku?

“Selama aku mengenal engkau, kesanku, tak ada takut dalam dirimu. Takutmu, engkau habiskan hanya untuk Allah,” kata Ustaz Abdul Somad atau lebih populer dipanggil UAS, saat dia mendengar kabar kawannya itu meninggal dunia, tepat azan magrib atau waktu berbuka puasa, Senin, 10 Mei 2021.

Meski istana tak terdengar respon dukanya atas kematian mantan Wakil Sekjen MUI ini, namun–mungkin secara pribadi–Wapres Ma’ruf Amin turut berbelasungkawa atas meninggalnya Ustaz Tengku Zulkarnain dengan mengirimkan bunga duka kepada pihak keluarga almarhum. “Tengku orang baik. Semoga khusnul khatimah. Kami bersedih, berduka kehilangan kawan, sahabat yang baik,” kata Ma’ruf Amin.

Bukan hanya Ma’ruf Amin yang meyakini Ustaz Tengku adalah orang baik, tapi pandangan orang MUI pun demikian.

“MUI berduka atas meninggalnya Ustaz Tengku Zulkarnain. Beliau orang baik. Tegas dalam menjalankan misi dakwah amar ma’ruf nahi mungkar,” kata Sekjen MUI, Amirsyah Tambunan.

Ormas besar Muhammadiyah pun merasa kehilangan atas meninggalnya Ustaz Tengku Zulkarnain.

“Ustaz Tengku merupakan sosok dai yang memiliki pendirian teguh di jalur dakwah. Umat Islam kembali kehilangan sosok dai yang telah banyak berperan di jalur dakwah,” kata Prof Haedar Nashir.

Lengkap sudah respon positif tentang kepribadian Ustaz Tengku Zulkarnain. Jalan pilihan dakwah “berani menyerempet bahaya” yang diyakininya sebagai jalan kebenaran, membuatnya “dibungkam” oleh kekuasaan dalam memperluas pengaruh dakwahnya.

Gentarkah Ustaz Tengku? Hingga akhir hayatnya, lelaki Melayu ini tak secuilpun kendor dari jejak-jejak jalan pilihan yang diyakininya. Dia merasa enjoi menjalani dakwahnya di muka bumi ini tanpa beban ketakutan itu. Selamat jalan, Ustaz Tengku! (#)

Ayo tulis komentar cerdas