Home Ekonomi

NTPR April 2021 Meningkat 2,43%

Dumangar Hutauruk. (Foto: Metrosulawesi/ Pataruddin)

Palu, Metrosulawesi.id – Badan Pusat Statistik Sulteng kembali mencatat bahwa Nilai tukar subsektor tanaman perkebunan rakyat (NTPR) selama April 2021 mengalami peningkatan indeks sebesar 2,43 persen.

“Nilai NTPR yang sebelumnya sebesar 96,01 pada bulan Maret 2021 naik menjadi 98,35 pada April 2021,” ujar Kepala BPS Sulteng, Dumangar Hutauruk belum lama ini.

Menurutnya, peningkatan ini disebabkan oleh naiknya indeks harga yang diterima petani sebesar 2,83 persen lebih besar dibandingkan kenaikan indeks harga yang dibayar petani sebesar 0,39 persen.

“Indeks harga yang diterima petani (It) subsektor tanaman perkebunan rakyat naik dari 104,05 pada Maret 2021 menjadi 107,00 pada April 2021,” tuturnya.

Demikian halnya dengan Indeks Harga yang dibayar petani (Ib) pada subsektor tanaman perkebunan rakyat juga mengalami kenaikan dari 108,37 pada bulan Maret 2021 naik menjadi 108,79 pada bulan April 2021.

“Peningkatan Ib ini disebabkan oleh naiknya indeks harga untuk konsumsi rumahtangga dan indeks harga biaya produksi dan penambahan barang modal, yang masing-masing naik sebesar 0,45 persen dan 0,07 persen,” katanya.

Sedangkan, Dumangar menyampaikan untuk subsektor peternakan pada bulan April 2021 juga mengalami kenaikan NTP sebesar 0,50 persen. Nilai NTPT yang semula 96,45 pada Maret 2021 naik menjadi 96,93 pada April 2021.

“Kondisi tersebut disebabkan oleh kenaikan indeks harga yang diterima petani sebesar 0,85 persen lebih besar dibandingkan dengan indeks harga yang dibayar petani yakni sebesar 0,35 persen,” katanya.

Begitu pula dengan Indeks harga yang diterima (It) petani subsektor peternakan pada bulan April 2021 yang tercatat sebesar 104,93 persen poin. Sedangkan, (Ib) juga tercatat sebesar 108,26 persen poin.

“Peningkatan It disebabkan oleh naiknya indeks harga pada empat subkelompok Unggas sebesar 2,55 persen, hasil-hasil ternak/unggas sebesar 1,78 persen, ternak kecil sebesar 0,69 persen serta kenaikan ternak besar sebesar 0,43 persen,” ucapnya.

Selanjutnya, peningkatan Ib sebesar 0,35 persen disebabkan oleh naiknya indeks harga konsumsi rumahtangga sebesar 0,55 persen dan indeks harga biaya produksi dan penambahan barang modal naik sebesar 0,10 persen.

Reporter: Fikri Alihana
Editor: Pataruddin

Ayo tulis komentar cerdas