Home Palu

Keputusan Pelaksanaan Salat Id Belum Ditetapkan

Nasruddin L Midu. (Foto: Istimewa)
  • SE Menag Zona Orange Dianjurkan Salat di Rumah

Palu, Metrosulawesi.id – Keputusan pelaksanaan Salat Idul Fitri (Id) 1442 H/2021 M belum ditetapkan oleh Pemerintah Kota Palu. Masyarakat pun diimbau untuk menunggu keputusan pemerintah sebelum menetapkan salat Id di masjid atau di lapangan terbuka.

Demikian dikatakan Kepala Kantor Kementerian Agama (Kakankemenag) Palu, Nasruddin L Midu, saat dihubungi Metro Sulawesi, Jumat, 7 Mei 2021.

“Awalnya Wali Kota Palu menginformasikan ke kami bahwa akan dilaksanakan salat Idul Fitri di masjid maupun di lapangan. Tetapi karena Kota Palu kasus Covid-19 kembali meningkat sehingga masuk zona orange, sehingga saat ini belum ada keputusan dari Pemerintah Kota Palu terkait pelaksanaan salat Id di lapangan maupun di masjid,” kata Nasruddin.

Namun menurutnya, salah satu masjid di Kota Palu telah umumkan salat Idul Fitri akan dilaksanakan di masjid dengan telah menetapkan imam dan khatibnya. Artinya meskipun zona orange, masyarakat tidak peduli.

“Sementara berdasarkan Surat Edaran (SE) Menteri Agama (Menag) RI Nomor 7 terkait pelaksanaan salat Idul Fitri bahwa yang bisa melaksanakan salat Id di masjid dan lapangan terbuka hanya di daerah zona hijau dan kuning, sedangkan zona merah dan orange dianjurkan untuk salat di rumah. Tetapi perkembangan di masyarakat, kayaknya sulit kita mau membendung mereka,” ujarnya.

Olehnya itu, Nasruddin mengatakan, dalam waktu dekat dirinya bersama tim dari Wali Kota Palu akan turun ke 140 masjid dalam rangka menyampaikan edaran tersebut.

“Siapa tahu pada Kamis atau Minggu ini berubah status kita dari orange ke kuning, maka salat Id itu dibolehkan di masjid dan di lapangan dengan mengikuti protokol kesehatan secara ketat, sesuai SE dari Menag tersebut,” ungkapnya.

Bahkan, kata Nasruddin, dirinya telah menyampaikan hal tersebut kepada seluruh pegawainya.

“Kemenag ini buah simalakama, di satu sisi banyak masjid meminta kita khutbah Idul Fitri, di sisi lain kita diikat oleh edaran Menag sebagai induk dari Kemenag seluruh Indonesia. Kecuali ada perubahan penetapan zona dari orange ke kuning, maka alhamdulillah kita bisa bersama-sama dengan umat muslim salat di masjid dan lapangan, tetapi posisi zona orange saya menganjurkan ASN Kemenag untuk salat di rumah,” ujarnya.

Nasruddin kembali menegaskan, keputusan bisa atau tidaknya salat Id di masjid atau lapangan menunggu dari Satgas Covid-19 kemudian akan diputuskan oleh Wali Kota Palu.

“Sesuai hasil rapat kemarin kita diberikan waktu seminggu untuk menunggu posisi meredanya atau tidak kasus Covid-19 di Kota Palu, bahkan kita harapkan menurun. Kalau dari pemerintah Kota Palu belum ada kepastian digelarnya salat Id di masjid atau lapangan, tetapi kalau dari jemaah masjid sudah memutuskan,” katanya.

Nasruddin berharap, para pegawai syara dan umat Islam agar tunduk kepada protokol kesehatan yang telah ditetapkan oleh pemerintah, dalam hal ini juga mendapat dukungan dari MUI.

“Salat Id yang kita laksanakan itu hanya salat sunnah, memang mendatangkan manfaat tetapi dalam kaidah usul menolak yang mendatangkan kemudharatan itu lebih kita utamakan, dari pada yang mendatangkan kemaslahatan. Salat Idul Fitri memberikan kemaslahatan tetapi perkembangan Covid-19 bila terjadi karena kita melakukan hal seperti itu, ini mendatangkan kemudharatan,” terangnya.

Olehnya itu kepada pegawai syara dan para imam yang kita lakukan ini adalah salat sunnah, dan menolak kemudharatan adalah hal yang wajib. Tetapi semua ini tentunya sangat tergantung dari cara pandang pegawai syara dan para jemaah yang ada di masjid, tidak berkurang pahalanya kalau kita salat di rumah, hanya memang kemampuan masyarakat kita kalau di rumah siapa yang mau khotbah dan imam biasanya tidak ada.

Reporter: Moh. Fadel
Editor: Yusuf Bj

Ayo tulis komentar cerdas