PIMPIN RAPAT - Gubernur Sulteng, Drs H Longki Djanggola (kedua dari kanan) saat memimpin rapat Forkopimda diperluas di Gedung Pogombo, kantor gubernur, Selasa 4 Mei 2021. (Foto: Ist/ Biro Adm. Pimpinan)
  • Gubernur Longki Minta Patuhi SE

Palu, Metrosulawesi.id – Gubernur Sulteng, Drs H Longki Djanggola semua pihak untuk mematuhi surat edaran (SE) Gubernur tentang Pengendalian Transportasi selama masa Idul Fitri 1442 H dalam rangka pencegahan penyebaran Covid-19.

“Seluruh OPD Pemda dan Instansi Vertikal agar patuh dan tunduk terhadap SE tersebut untuk tidak melakukan mudik lebaran. Dan kalau ada ASN yang mudik agar diberikan sanksi tegas,” kata Gubernur Longki saat memimpin rapat Forkopimda yang diperluas, di Gedung Pogombo kantor gubernur, Selasa 4 Mei 2021.

Rapat tersebut membahas pengamanan menjelang perayaan Idul Fitri 1442 H dan penanggulangan Covid-19.

Gubernur mengatakan, dalam penanganan protokol kesehatan dalam rangka penanggulangan penularan Covid-19, Pemerintah Daerah harus melaksanakan seluruh kebijakan pemerintah. Melarang untuk tidak melakukan mudik lebaran idul Fitri 1442 H mulai tanggal 6 S/d 17 Mei 2021. Memastikan SE Gubernur tentang Pengendalian Transportasi selama masa Idul Fitri 1442 H dalam rangka pencegahan penyebaran Covid berjalan baik.

Gubernur juga minta semua pihak mematuhi SE tentang pembatasan kegiatan bepergian ke luar daerah dan atau cuti bagi ASN dalam masa pandemi Covid-19. Gubernur meminta agar pembentukan Pos Terpadu bisa berjalan baik.

Selanjutnya Gubernur mengharapkan kepada Kanwil Agama dapat memberikan sosialisasi terhadap SE Menteri Agama di dalam pelaksanaan beribadah Perayaan Idul Fitri 1442 H. Termasuk untuk tidak melaksanakan takbiran keliling dan juga tidak melaksanakan open house dan halal bihalal agar dilaksanakan dalam lingkungan keluarga saja dalam rangka pengendalian Covid-19.

Gubernur berharap peran semua pihak untuk bersama-sama melaksanakan ketentuan-ketentuan tersebut.

Selain melarang mudik, Gubernur Longki sebelumnya juga sudah menyampaikan pelarangan bagi ASN untuk cuti selama periode pelarangan mudik mulai tanggal 6 hingga 17 Mei 2021 mendatang.

“Pertama, pegawai ASN tidak mengajukan cuti selama periode 6 Mei sampai 17 Mei. Kedua, selain cuti bersama sebagaimana dimaksud dalam Keputusan Presiden RI mengenai cuti bersama bagi pegawai ASN, pejabat pembina kepegawaian tidak memberikan izin cuti bagi pegawai ASN,” kata Gubernur Sulteng Longki Djanggola seperti dikutip dari Antara, Senin 3 Mei 2021.

Ketiga, terdapat pengecualian bagi ASN yang diizinkan mendapat cuti antara lain, cuti melahirkan atau cuti karena alasan penting. Dan cuti melahirkan atau cuti sakit bagi Pegawai Pemerintah Dengan Perjanjian Kerja (P3K).

Longki menyatakan pemberian cuti dilakukan secara akuntabel sesuai persyaratan yang diatur dalam Peraturan Pemerintah (PP) Nomor 11 Tahun 2011 tentang Manajemen Pegawai Negeri Sipil sebagaimana diubah dengan PP Nomor 17 Tahun 2020 dan PP Nomor 49 Tahun 2018 tentang Manajemen P3K.

“Pelanggaran atas aturan itu akan dikenakan sanksi sesuai dengan ketentuan dalam PP Nomor 53 Tahun 2010 tentang Disiplin Pegawai Negeri dan PP Nomor 49 Tahun 2018 tentang Manajemen P3K dan sanksi berupa pemotongan Tambahan Penghasilan Pegawai (TPP) sebesar 100 persen selama sebulan akan diberikan bagi Pegawai ASN,” ujarnya.

Selain itu Longki mengatakan ASN di Sulteng wajib melaksanakan prilaku hidup bersih dan sehat serta menjadi pelopor dan contoh dalam menerapkan 5M dan 3T yakni, menggunakan masker dengan benar ketika berada atau berkegiatan di luar rumah tanpa terkecuali. (din/*)

Ayo tulis komentar cerdas