Home Palu

Pencinta Burung Merpati Balap di Pantai Talise

11
LATIHAN - Pencinta burung merpati balap, setiap sore di areal penggaraman Pantai Talise, melatih burung merpati balapnya. (Foto: Metrosulawesi/ mg1/ mg2/ mg3)

Palu, Metrosulawesi.id – Merpati atau burung dara, sejak dulu terkenal dengan kecepatan, ketangkasan, serta kemampuan navigasinya saat terbang. Tak heran burung yang berasal dari keluarga Columbidae ini memiliki banyak penggemar, tak terkecuali di Kota Palu.

Tak hanya sebagai hewan peliharaan, dewasa ini makin banyak yang memanfaatkan burung merpati untuk menambah pundi-pundi penghasilan. Salah satunya merpati balap yang beberapa tahun belakangan menjadi tren di kalangan pecinta burung dara.

Di Kota Palu sudah banyak warga yang menekuni hobi merpati balap.  Hal ini  bisa dilihat dari banyaknya masyarakat yang mengisi waktu luang mereka pada sore hari untuk melatih burung merpati mereka, di areal  Pantai Talise yang berlokasikan di samping penggaraman.

Erwin, salah satunya pencinta burung merpati balap menuturkan menekuni hobi burung dara ini  sejak Tahun 2002. Hingga saat ini ia memiliki 6 pasang burung merpati.

Untuk kualiatas  dari burung merpati sendiri, kata Erwin,  ada beberapa faktor yang dapat mempengaruhi kualitas burung, yaitu turunan dari merpatinya yang memiliki kualitas yang bagus dan ada juga faktor dari pemiliknya sendiri.

‘’Kualitas turunan burung dara dengan pemiliknya sama-sama memiliki peran penting. Artinya, harus singkron. Artinya, Jika kualitas yang dihasilkan dari burung yang bagus,  tapi dari pemiliknya tidak melakukan perawatan yang tidak baik, maka dapat mempengaruhi kualitas merpatinya,’’ urai Erwin.

Dalam melatih merpatinya,  Erwin sudah mempunyai jadwal rutin dan diterapkan sejak  awal menekuni hobinya tersebut.

“Misalnya 1 minggu jadwal latihan, 1 minggu harus istrahat,’’ jelasnya.

“Dan untuk lokasi melatih burung merpati  ada lokasi  yang sering menjadi tempat melatih merpati.  Di Penggaraman Pantai Talise dan di Jembatan II di Palu Selatan,’’ papar Erwin.

Di Bulan Ramadhan, Erwin mengungkapkan,  latihan terhadap burung merpatinya dilakukan setiap minggu pada sore hari untuk mengisi waktu luang sore yang biasa disebut ngabuburit sambil menunggu waktu berbuka puasa.

Erwin sendiri terakhir mengikuti lomba merpati balap ini,  pada tahun 2008. Setelah itu absen beberapa perlombaan dikarenakan kesibukan pekerjaan. Namun, Bulan Juli 2021 mendatang, dia bersama rekan-rekan pencinta burung merpati balap berencana mengikuti perlombaan.

‘’Insya Allah, bulan Juli nanti, sesuai info yang kami terima akan diadakan lomba merpati balap. Dan kami pasti berpartisipasi di perlombaan tersebut,’’ pungkas Erwin. (*/mg1/mg/mg3)

Ayo tulis komentar cerdas