Home Sulteng

Larangan Mudik, Sopir Rental Minta Kompensasi dari Pemprov

7
ILUSTRASI - Rental mobil. (Foto: Ist)

Tolitoli, Metrosulawesi.id – Kebijakan Pemerintah Propinsi Sulawesi Tengah mengenai penerapan mudik lebaran tahun 2021 dengan menggunakan sistem aglomerasi dikeluhkan para sopir rental di Kabupaten Tolitoli.

Bahmid, salah seorang sopir rental mengatakan, dengan adanya penerapan sistem aglomerasi pada mudik lebaran 2021 ini sama halnya melakukan larangan mudik bagi warga Sulawesi Tengah. Hal tersebut sangat  merugikan para sopir rental.

“Selama ini juga kami rugi dengan adanya pembatasan jumlah penumpang, apalagi kalau diterapkan aglomerasi pada mudik lebaran tahun ini,” ujar Bahmid, Jumat, (30/4/2021).

Para sopir rental meminta pemerintah Sulawesi Tengah mencabut kebijakan tersebut, pasalnya mudik lebaran merupakan momen yang ditunggu-tunggu. Bahkan mudik lebaran dijadikan sumber pendapatan setahun sekali.

“Keinginan kami para sopir, penerapan aglomerasi pada mudik lebaran tahun ini  dibatalkan,” ucapnya.

Ia menuturkan, penerapan aglomerasi ini akan diterapkan pada mudik lebaran 2021, dirinya lebih baik beralih profesi karena jika dipaksakan harus tetap setoran ke pemilik kendaraan sedangkan penumpang juga dibatasi.

“Alih profesi, mungkin akan dagang,” tuturnya.

Ia meminta Pemerintah Sulawesi Tengah seharusnya lebih memperhatikan masyarakat bawah seperti para sopir rental, karena kebijakan tersebut sangat merugikan. Kalau pun iya, para sopir dan pekerja lainnya mendapatkan kompensasi yang terimbas penerapan aglomerasi ini.

“Ya minimalnya ada kompensasi bagi para sopir,” ucapnya.

Reporter: Aco Amir
Editor: Syamsu Rizal

Ayo tulis komentar cerdas