Home Sulteng

Warga Palu Hanya Bisa Mudik ke Tiga Kabupaten

Sumarno. (Foto: Metrosulawesi/ Michael Simanjuntak)
  • Wilayah Sulteng Dibagi Lima Aglomerasi

Palu, Metrosulawesi.id – Warga Kota Palu yang ingin mudik atau sebaliknya dari dan ke tiga kabupaten, seperti: Sigi, Donggala dan Parigi Moutong diperbolehkan. Kota Palu, Donggala, Sigi dan Parigi Moutong (Padagimo) masuk dalam satu aglomerasi (kabupaten-kota yang saling berdekatan).

“Padagimo (Palu, Donggala, Sigi, Parimo) satu wilayah aglomerasi, boleh mudik atau berpergian dalam lingkup di wilayah itu,” kata Kepala Bidang Angkutan Jalan, Keselamatan dan Perkeretaapian Dinas Perhubungan (Dishub) Provinsi Sulteng, Sumarno, Kamis 29 April 2021.

Wilayah aglomerasi berikutnya adalah: Kabupaten Banggai, Banggai Laut dan Banggai Kepulauan. Selanjutnya Kabupaten Tolitoli dan Kabupaten Buol menjadi satu wilayah aglomerasi. Kemudian Poso dengan Tojo Unauna satu aglomerasi. Terakhir Morowali dan Morowali Utara satu aglomerasi. Sumarno menambahkan di luar wilayah aglomerasi dilarang melakukan perjalanan mudik. Sebelumnya, Sumarno mengungkapkan pihaknya sudah membuat rancangan surat edaran untuk pelaksanaan teknis larangan mudik di wilayah Sulteng.

“Sudah ada konsep, tapi pak Kadis minta dirapatkan lagi dengan Kepala Dinas Perhubungan se Sulteng,” ungkap Sumarno, Selasa, 20 April 2021.

Sumarno, mengungkapkan Gubernur H Longki Djanggola segera mengeluarkan edaran teknis pelarangan mudik Hari Raya Idul Fitri 1442 H pada 6-17 Mei 2021.

DIBAGI LIMA AGLOMERASI
1) Kota Palu, Sigi, Donggala dan Parimo.
2) Kabupaten Banggai, Balut, dan Bangkep.
3) Kabupaten Poso, dan Tojo Unauna.
4) Kabupaten Buol dan Tolitoli.
5) Kabupaten Morowali dan Morowali Utara.

“Pak gubernur sudah nelpon agar segera mempersiapkan semuanya, beliau baru nyampe dari Jakarta. Jadi mungkin beliau akan tanda tangan (edaran teknis larangan mudik) setelah ada di Palu sore ini (kemarin),” ujar Sumarno, Kamis, 29 April 2021.

Edaran teknis dimaksud dibuat berdasarkan hasil kesepakatan pihak Pemerintah daerah, Organda dan perwakilan perusahaan otobus di Sulteng. Telah ditetapkan wilayah aglomerasi di daerah ini.

Dia mengatakan rancangan surat edaran pelaksanaan teknis larangan mudik dibuat berdasarkan hasil rapat gabungan dengan pihak terkait di kantor Dishub Provinsi Sulteng di Palu, pada Jumat, 16 April 2021.

“Rapat dihadiri par Dirlantas Polda Sulteng, Dishub kota, Sigi, dan Donggala. Kemudian dari Jasa Raharja, Pelni, Damri, Bandara Mutiara Palu, KSOP Pantoloan, perwakilan Organda,” ujar Sumarno.

Disebut melalui rapat tersebut telah disepakti definisi mudik yang telah dituangkan dalam rancangan surat edaran yang akan diteken Gubernur Sulteng, H Longki Djanggola, dalam waktu dekat ini. Disepakati definisi mudik adalah pulang kampung dalam waktu 6 sampai 17 Mei 2021.

Reporter: Michael Simanjuntak
Editor: Udin Salim

Ayo tulis komentar cerdas